⌂ Beranda News Masyarakat Desa Soligi Lestarikan Kesenian Ngibi di Pulau Obi

Masyarakat Desa Soligi Lestarikan Kesenian Ngibi di Pulau Obi

Masyarakat Desa Soligi Lestarikan Kesenian Ngibi di Pulau Obi
Penari membawakan Tari Ngibi di Desa Soligi, Pulau Obi
A A Ukuran Teks16px

Masyarakat Desa Soligi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, berkomitmen menjaga akar budaya di tengah perkembangan zaman.

Hal itu dibuktikan melalui Pagelaran Kesenian Ngibi yang disaksikan ratusan warga di halaman Kantor Desa Soligi.

>>> Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin dan Jalur Alternatif untuk JAKIM 2026

Kegiatan ini berlangsung berdekatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Halsel pada 9 Juni.

Tari Ngibi merupakan tradisi turun-temurun dari tanah Buton, Sulawesi Tenggara, yang dibawa leluhur melintasi lautan hingga mengakar kuat di Halmahera Selatan.

Makna Filosofis Tari Ngibi

Tokoh adat Desa Soligi, Imam La Puasa, menjelaskan bahwa setiap gerak dan tahapan dalam kesenian Ngibi mengandung pesan moral, nilai kehidupan, serta jejak sejarah perjalanan masyarakat Buton.

"Ngibi bukan sekadar hiburan. Di dalamnya ada nasihat, sejarah, dan identitas yang diwariskan leluhur.

Tradisi ini harus terus dijaga agar anak cucu tidak melupakan asal-usulnya," ujarnya.

Sebelum tarian dimulai, imam desa memimpin doa, menegaskan bahwa Tari Ngibi berkelindan erat dengan spiritualitas Islam. Setelahnya, tokoh adat membuka gelanggang lewat hentakan pencak silat.

Arena kemudian diisi Tari Cungka yang dibawakan penari perempuan, melambangkan siklus awal kehidupan manusia di dalam kandungan.

Pesan ini disambung Tari Ngibi, tarian berpasangan yang merepresentasikan syukur atas ditiupkannya roh ke dalam raga.

Dalam gerak gemulai Ngibi, penari laki-laki pantang menyentuh penari perempuan, sebagai simbol penghormatan tertinggi bagi perempuan sebagai perawat kehidupan.

Dahulu Tari Ngibi menjadi wujud syukur pascapanen raya, kini bertransformasi mewarnai berbagai perhelatan sosial, termasuk perayaan Iduladha.

Usai perenungan filosofis lewat tari, gelanggang kembali bergemuruh oleh penampilan anak-anak SD hingga SMA yang unjuk gigi beradu pencak silat.

>>> Reno Salampessy Jadi Motor Serangan Timnas U19 Indonesia di ASEAN Championship 2026

Diiringi sorak-sorai ratusan warga, adu ketangkasan ini hadir sebagai simbol sportivitas dan semangat ksatria generasi muda Soligi.

Dukungan Industri untuk Pelestarian Budaya

Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, mengatakan kemeriahan malam itu adalah wujud perjuangan melawan abrasi budaya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru