⌂ Beranda News Harga Oli Motor Melonjak Drastis, Bengkel Kecil Terpukul

Harga Oli Motor Melonjak Drastis, Bengkel Kecil Terpukul

Harga Oli Motor Melonjak Drastis, Bengkel Kecil Terpukul
Montir di bengkel kecil sedang memeriksa oli motor
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan harga oli motor dalam beberapa waktu terakhir memicu keluhan dari pengendara dan pelaku usaha kecil.

Lonjakan harga pelumas yang dinilai sudah gila-gilaan ini memaksa pemilik bengkel memutar otak agar tidak kehilangan pelanggan.

>>> XLSmart Bravo 500 Summit 2026: Forum Bisnis Dorong Transformasi Digital

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Sinaga, pemilik bengkel motor kecil di pinggir jalan Kota Depok. Ia merangkap sebagai montir di bengkelnya.

Menurut Sinaga, kenaikan harga oli terjadi secara merata pada sejumlah merek populer, baik untuk motor matik maupun manual.

"(Kenaikan) mulai dari bulan puasa, paling Rp 2 ribu, setelah puasa, naik ada Rp 15 ribu. Sudah gitu naik lagi (harganya)," ujarnya.

Bagi bengkel dengan manajemen mandiri seperti milik Sinaga, situasi ini sangat memberatkan.

Ia khawatir pelanggan setia akan kabur ke tempat lain atau menunda perawatan motor jika harga jual pelumas dinaikkan terlalu tinggi.

"Ya, ngefek ke bengkel pasti ada," kata dia.

Informasi dari distributor menyebutkan harga pelumas masih berpotensi naik jika pelemahan rupiah tidak mereda. "Ya, iya (kasihan harga makin mahal).

Ini aja kata itunya (distributor) belum final. Bisa geser naik lagi, belum pasti lagi harganya," tambah Sinaga.

Lonjakan harga kali ini tergolong agresif dan merata di berbagai merek oli populer. Rata-rata kenaikan per botol melonjak antara Rp20 ribu sampai Rp30 ribu.

"Semua lompat naik. Shell sekarang Rp 80 ribu, sebelumnya Rp 60 ribu.

Enduro Rp 75 ribu sekarang, sebelumnya Rp 55 ribu," ujar Sinaga.

Akibat lonjakan harga yang terlalu tinggi, Sinaga memilih menyetop persediaan beberapa oli resmi yang biasa dicari pemilik motor matik terbaru.

>>> Moh Zaki Ubaidillah Lolos ke Perempat Final Australian Open 2026

Langkah ini diambil untuk menghindari risiko modal usaha yang mandek.

"SPX nggak beli (stok) jadinya. Terlalu tinggi Rp 30 ribuan naiknya.

MPX Rp 85 ribu, sebelumnya Rp 60 ribu," ujar dia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru