⌂ Beranda News Mengenal Standar Jarak Tempuh CLTC pada Mobil Listrik

Mengenal Standar Jarak Tempuh CLTC pada Mobil Listrik

Mengenal Standar Jarak Tempuh CLTC pada Mobil Listrik
Ilustrasi standar jarak tempuh CLTC pada mobil listrik
A A Ukuran Teks16px

Konsumen kerap menemukan informasi jarak tempuh mobil listrik berdasarkan standar WLTP atau NEDC. Namun, kini semakin banyak produsen yang mencantumkan angka dengan standar CLTC pada brosur mereka.

CLTC merupakan singkatan dari China Light-Duty Vehicle Test Cycle. Ini adalah siklus pengujian khusus di China untuk mengukur konsumsi energi dan jarak tempuh kendaraan listrik.

>>> Dilema Kenaikan Harga BBM: Antara Stabilitas Fiskal dan Produktivitas Ekonomi

Metode pengujian ini dirancang untuk menyimulasikan kondisi berkendara di area perkotaan China. Misalnya, kemacetan parah, kecepatan rata-rata rendah, situasi stop and go, serta variasi akselerasi.

Hasil pengujian CLTC dinilai relevan bagi pengendara yang sering beraktivitas di kawasan dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

Siklus ini umumnya menghasilkan angka jarak tempuh lebih tinggi daripada standar lain seperti WLTP dan NEDC.

Penyebabnya adalah simulasi CLTC lebih banyak meniru berkendara kecepatan rendah di dalam kota. Kondisi tersebut membuat mobil listrik bekerja lebih efisien.

Angka CLTC mampu memberikan gambaran yang mendekati realitas bagi pengguna yang dominan berkendara di area urban. Penggunaan standar ini berfokus utama di pasar China.

Mobil listrik yang dijual di China lumrah menggunakan metode CLTC. Sementara itu, kendaraan di Eropa biasanya mengadopsi standar WLTP, dan di Amerika Serikat memakai sistem EPA.

>>> Momen Emosional Messi Bertemu Anak Eks Rekan Setim di Barcelona

Pemahaman mengenai perbedaan standar pengujian penting bagi konsumen saat membandingkan model global seperti Tesla, Nio, BYD, atau merek lainnya.

Hal ini agar tidak keliru menginterpretasikan performa asli kendaraan.

Meskipun dibuat untuk mencerminkan lalu lintas perkotaan China, hasil pengujian CLTC tidak selalu sama dengan pengalaman berkendara harian.

Pengemudi yang sering melewati jalan tol atau melaju dalam kecepatan tinggi berpotensi memperoleh jarak tempuh lebih rendah dari klaim brosur.

Baterai kendaraan listrik juga mengalami penurunan performa seiring waktu. Klaim angka CLTC diperoleh dari pengujian unit baru dengan kondisi baterai optimal.

Kapasitas baterai akan menyusut setelah mobil digunakan beberapa tahun, yang memicu penurunan jarak tempuh operasional.

>>> New York Knicks Tekuk San Antonio Spurs Lewat Poin Penentu OG Anunoby

Namun, mayoritas produsen mobil listrik kini menyertakan garansi baterai untuk menjaga rasa aman konsumen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru