⌂ Beranda News DPR Sebut Kenaikan Harga Pertamax Masih di Bawah Nilai Global

DPR Sebut Kenaikan Harga Pertamax Masih di Bawah Nilai Global

DPR Sebut Kenaikan Harga Pertamax Masih di Bawah Nilai Global
Pompa BBM Pertamax di SPBU
A A Ukuran Teks16px

Komisi VI DPR RI menilai penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter masih berada di bawah nilai jual rata-rata global.

Kenaikan tersebut berlaku mulai Rabu, 10 Juni 2026.

>>> Pemerintah Tata Ulang Dapur MBG Akibat Pembengkakan Anggaran Rp1 Triliun

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengapresiasi langkah pemerintah yang tetap mempertahankan harga Pertalite tidak naik.

Menurutnya, hal itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat di tengah konflik geopolitik Timur Tengah.

"Di tengah gonjang-ganjing kenaikan harga minyak dunia, apalagi kita tahu perang kembali pecah antara Iran dan Amerika, itu tentu membuat harga minyak dunia kembali berfluktuatif.

Pemerintah memberikan pernyataan yang tegas dan jelas bahwa tidak akan ada kenaikan BBM bersubsidi. Itu menunjukkan keberpihakan pemerintah yang jelas kepada masyarakat Indonesia," kata Andre Rosiade.

Andre menambahkan bahwa kebijakan penyesuaian tarif untuk kategori nonsubsidi nasional ini terhitung masih sangat rendah dibandingkan regulasi harga energi di berbagai negara lain.

"Ya Pertamax kita tahu ini adalah BBM nonsubsidi, meskipun naik ya, tapi harga kenaikan kita, harga baru kita ini masih jauh di bawah harga BBM yang ada di berbagai wilayah dunia.

Sangat jauh," ucapnya.

Menurut catatannya, harga jual komoditas serupa di luar negeri saat ini sudah melambung tinggi hingga menembus angka puluhan ribu rupiah per liter.

"Bahkan sampai ada yang di atas Rp 40 ribu, bahkan ada yang Rp 70 ribu gitu per liter.

>>> KPK Perluas Penyelidikan Audit BPK di Pemkab Muara Enim

Nah, sedangkan kita menjual Rp 16.250. Lalu RON 95 kita seharga Rp 17 ribuan per liter," imbuh Andre.

Politisi tersebut meyakini fluktuasi nilai jual Pertamax tidak akan memicu lonjakan inflasi nasional.

Pemerintah telah mengkalkulasi dampak kebijakan ini, berkaca pada penyesuaian harga BBM industri sejak April lalu yang tidak memicu kenaikan harga bahan pokok.

"Iya kalau pemerintah pasti punya cara ya untuk menjaga supaya tidak terjadi inflasi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru