⌂ Beranda News SKK Migas Setujui Rencana Pengembangan Lapangan Ronggolawe Pangkah

SKK Migas Setujui Rencana Pengembangan Lapangan Ronggolawe Pangkah

SKK Migas Setujui Rencana Pengembangan Lapangan Ronggolawe Pangkah
Ilustrasi lapangan minyak lepas pantai
A A Ukuran Teks16px

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) memberikan persetujuan atas Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe–PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah.

Persetujuan ini diterima oleh PT Saka Energi Indonesia (SAKA), anak usaha Subholding Gas Pertamina.

>>> Menteri Koperasi Bantah Isu Penggusuran SDN Wolomoni di Ende

Langkah ini menjadi kunci dalam mempercepat konversi sumber daya migas menjadi produksi komersial. SAKA optimistis dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung target peningkatan produksi migas nasional.

Target Produksi dan Potensi Sumber Daya

Lapangan Ronggolawe diproyeksikan mulai berproduksi (onstream) pada akhir 2029. Puncak produksi diperkirakan mencapai 5.126 barel minyak per hari (BOPD).

Selain itu, lapangan ini menyimpan sumber daya hingga 10 juta barel minyak yang dapat diproduksi hingga masa kontrak kerja sama berakhir.

Pasokan dari lapangan ini diharapkan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyatakan persetujuan POD merupakan langkah penting dalam mengakselerasi pengembangan sumber daya migas.

Pernyataan ini disampaikan dalam rilis pers pada Kamis (11/6/2026).

Penyusunan rencana pengembangan didasarkan pada analisis komprehensif sumur RGL-3. SAKA sebelumnya telah menyampaikan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe pada 2025.

>>> BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Bunga Kredit Kendaraan Baru Berpotensi Terkerek

Penemuan hidrokarbon di sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012 menjadi awal pengembangan. Kegiatan penilaian (appraisal) di sumur RGL-3 pada 2024 mengonfirmasi temuan cadangan tersebut.

Hidrokarbon pada Struktur Ronggolawe teridentifikasi di lapisan CD Carbonate. Kepastian potensi diperoleh melalui uji kandung lapisan, pengujian tekanan reservoir, dan analisis sampel fluida.

Berdasarkan cetak biru yang disetujui, SAKA akan mengebor empat sumur pengembangan baru.

Sumur-sumur tersebut akan diintegrasikan dengan fasilitas produksi yang ada di WK Pangkah menggunakan jaringan pipa bawah laut.

Strategi Unitisasi untuk Optimalkan Produksi

Proyek ini mengintegrasikan strategi unitisasi antara WK Pangkah dengan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi WMO.

Kolaborasi ini bertujuan memaksimalkan output produksi di WK Pangkah dan mempercepat komersialisasi lapangan.

Fuji menambahkan bahwa SAKA akan mengedepankan efisiensi biaya dan operasional, serta menjunjung tinggi keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

>>> Disdik Jateng Imbau Calon Siswa Segera Verifikasi Berkas SPMB 2026

Melalui sinergi dengan pemangku kepentingan, proyek ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan produksi migas.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru