Tim nasional sepak bola Spanyol mendapat peringatan mengenai potensi kendala cuaca panas ekstrem selama Piala Dunia 2026. Turnamen ini akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Spanyol saat ini berstatus juara Eropa dan diunggulkan sebagai kandidat kuat peraih gelar. Mereka bersaing dengan Argentina, Prancis, dan Inggris.
>>> Kemendagri Siapkan Skenario Pembahasan Revisi UU Pemilu
Skuad asuhan Luis de la Fuente akan memulai perjalanan mereka di Grup H. Laga perdana melawan Cape Verde dijadwalkan pada Senin (15/6/2026) malam WIB.
Peringatan dari Javier Clemente
Mantan pemain bintang Spanyol, Javier Clemente, menyoroti faktor suhu lingkungan. Ia menilai tim ini matang dan memiliki peluang besar, tetapi cuaca bisa menjadi tantangan tersendiri.
"Spanyol punya tim yang sangat bagus dan sangat muda. Apa yang mereka perlukan adalah bisa bermain seperti itu," ujar Clemente, dikutip dari AS.
Clemente menambahkan bahwa turnamen kali ini akan berlangsung di bawah suhu udara yang sangat tinggi. "Cuacanya sangat panas; kita bermain di suhu panas 46 derajat tanpa minum.
>>> KKP Usul Tambahan Anggaran Rp30 Triliun untuk Swasembada Pangan
Cuaca panas akan jadi sebuah faktor," katanya.
Meski demikian, Clemente melihat perkembangan positif dalam produktivitas gol Spanyol menjelang laga-laga krusial.
"Spanyol sudah berkembang dan banyak mencetak gol; mudah-mudahan, mereka bisa meningkatkan permainan mereka, tapi itu tidak akan mudah," tuturnya.
>>> Polemik Internal Bayangi Persiapan Timnas Perancis Menuju Piala Dunia 2026
Spanyol mengusung misi besar untuk membawa pulang trofi juara dunia untuk kedua kalinya. Sebelumnya, mereka sukses meraih gelar perdana di Afrika Selatan pada tahun 2010.