⌂ Beranda News KAI Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Menuju Emisi Nol 2060

KAI Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Menuju Emisi Nol 2060

KAI Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Menuju Emisi Nol 2060
Kereta api melaju di jalur yang dikelilingi pepohonan hijau, melambangkan transportasi ramah lingkungan.
A A Ukuran Teks16px

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi dengan target ambisius untuk memangkas emisi karbon hingga mencapai 100 persen pada tahun 2060.

Langkah strategis perusahaan pelat merah ini sejalan dengan target net zero emission nasional yang juga ditetapkan pada tahun yang sama.

>>> Deschamps Yakin Prancis Tak Akan Ulangi Sejarah Buruk Lawan Senegal

Penyusunan peta jalan dekarbonisasi ini mendapatkan dukungan teknis dari pemerintah Inggris melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT).

Selain berupaya menekan emisi operasional internal, KAI juga berkomitmen untuk memindahkan mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.

Manajemen KAI menjelaskan bahwa strategi ini dirancang sebagai panduan korporasi dalam melakukan transisi energi secara bertahap tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada penumpang.

“Peta jalan ini menjadi panduan untuk menurunkan emisi secara bertahap sambil tetap menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan bisnis,” ujar Vice President of Sustainability PT KAI Tria Mutiari Meilan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

KAI menekankan pentingnya penguatan kapasitas layanan kereta api mengingat dominasi emisi sektor transportasi nasional saat ini masih berasal dari kendaraan pribadi.

“Ini adalah sinergi yang bisa dilakukan.

Dari kegiatan tersebut ada potensi dampak berupa memaksimalkan kapasitas daya tampung rel untuk mempercepat perpindahan dari moda pribadi yang saat ini masih mendominasi sekitar 89 persen emisi dari sektor transportasi nasional,” tambah Tria.

Perusahaan kini mulai menjajaki sejumlah proyek percontohan infrastruktur hijau, termasuk proyek elektrifikasi jalur kereta api di wilayah Yogyakarta.

Peta jalan ini juga mengarahkan pada kesiapan internal KAI untuk mengakses diversifikasi pendanaan hijau di luar anggaran konvensional.

“Secara umum, salah satu sinergi yang bisa dijadikan pilot project adalah elektrifikasi di Yogyakarta yang saat ini sedang kami jajaki.

Ini menjadi contoh bagaimana pembangunan dan elektrifikasi dapat mendukung target penurunan emisi,” katanya.

Melalui penguatan kapasitas korporasi, KAI bersiap menjaring instrumen pembiayaan kreatif demi mendukung keberlanjutan proyek tanpa membebani keuangan internal perusahaan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru