⌂ Beranda News Fosil Pohlsepia Mazonensis Bukan Gurita, Analisis Baru Ubah Sejarah Evolusi

Fosil Pohlsepia Mazonensis Bukan Gurita, Analisis Baru Ubah Sejarah Evolusi

Fosil Pohlsepia Mazonensis Bukan Gurita, Analisis Baru Ubah Sejarah Evolusi
Fosil Pohlsepia mazonensis yang kini diidentifikasi sebagai kerabat nautilus
A A Ukuran Teks16px

Guinness World Records sebelumnya mencatat Pohlsepia mazonensis sebagai spesimen gurita tertua di dunia. Namun, analisis terbaru membongkar fakta bahwa makhluk purba ini bukan kelompok gurita.

Fosil Pohlsepia mazonensis ditemukan di Illinois, Amerika Serikat. Fosil berusia 300 juta tahun itu pertama kali dideskripsikan pada tahun 2000 sebagai jenis gurita purba.

>>> Igor Tolic Sambut Positif Drawing ASEAN Club Championship

Kesimpulan awal itu sempat mengubah teori asal-usul gurita menjadi 150 juta tahun lebih tua. Klaim tersebut terus memicu pertanyaan hingga mendorong penelitian ulang.

Identifikasi Ulang Berkat Teknologi Canggih

Bentuk tubuh Pohlsepia mazonensis awalnya dikira gurita karena memiliki bagian yang menyerupai tentakel dan sirip. Belakangan diketahui bahwa penampakan itu terbentuk akibat proses pembusukan sebelum fosil mengeras.

Perubahan wujud selama pembusukan memicu kesalahan identifikasi. Melalui teknologi pencitraan canggih, ilmuwan mendeteksi struktur gigi kecil yang mengarahkan kekerabatan hewan ini pada nautilus.

Hasil pemindaian memastikan fosil tersebut merupakan kerabat dekat nautilus. Nautilus adalah hewan laut purba bercangkang yang spesiesnya masih bertahan hingga era modern.

Peneliti utama dari Universitas Reading, Thomas Clements, menjelaskan bahwa fosil gurita paling terkenal di dunia sebenarnya bukan gurita.

Itu adalah kerabat nautilus yang telah membusuk selama berminggu-minggu sebelum tertimbun dan terawetkan dalam batu.

Proses pembusukan itulah yang membuatnya tampak sangat meyakinkan seperti gurita.

>>> Persib Bandung Bidik Enriko Papa dan Tomasso Cassandro

Petunjuk Penting dari Radula

Melalui pemindaian mendalam, tim peneliti mendeteksi keberadaan alat makan berbentuk pita dengan barisan gigi kecil yang disebut radula.

Jumlah gigi ini tidak cocok dengan karakteristik gurita, melainkan identik dengan kelompok nautiloid.

Thomas Clements menilai penemuan detail kecil ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi ilmu pengetahuan.

Ia mengatakan bahwa deretan gigi kecil yang tersembunyi di batu selama 300 juta tahun telah secara mendasar mengubah apa yang kita ketahui tentang kapan dan bagaimana gurita berevolusi.

Dampak dari temuan ini merombak catatan kronologi evolusi gurita yang diyakini para ilmuwan.

Para pakar kini mengestimasi bahwa gurita baru muncul jauh setelah masa itu, tepatnya pada periode Jurassic.

>>> Atletico Madrid Sepakati Transfer Lee Kang-in dari PSG

Laporan ilmiah mengenai koreksi fosil ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B pada 8 April 2026.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru