Militer Amerika Serikat menembak jatuh dua drone serang milik Iran di Selat Hormuz pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat.
Drone tersebut diduga hendak menyasar kapal komersial yang melintas di jalur perairan strategis itu.
>>> PT Nindya Karya Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Serdang Bedagai
Insiden ini dilaporkan oleh Anadolu Agency dan dikutip Detikcom pada Jumat (12/6/2026). Peristiwa ini menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Tanggapan Pejabat AS
Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan kepada NBC News bahwa Iran tampaknya berupaya menyerang kapal-kapal komersial.
Pasukan AS langsung mengambil tindakan taktis begitu mendeteksi ancaman udara.
>>> Kijang Innova Kuasai Pasar Mobil Terlaris Mei 2026
Pejabat tersebut menambahkan bahwa arus lalu lintas perdagangan di Selat Hormuz tetap berjalan normal pasca-pencegatan. Hingga saat ini, otoritas Iran maupun Korps Garda Revolusi belum memberikan pernyataan resmi.
Kabar ini muncul hanya beberapa jam setelah adanya klaim perkembangan diplomasi antara AS dan Iran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Washington hampir mencapai kesepakatan damai dengan Teheran.
Trump mengatakan kesepakatan bisa ditandatangani "segera, mungkin pada akhir pekan".
>>> Polisi Tangkap Dua Pelaku Perundungan Bocah di Senen
Delegasi AS yang dipersiapkan untuk penandatanganan meliputi Wakil Presiden JD Vance, Utusan Khusus Steve Witkoff, dan Jared Kushner.