Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 harus diarahkan untuk melindungi kekuatan ekonomi domestik, khususnya kelompok kelas menengah.
Hal ini disampaikan Misbakhun pada Jumat (12/6/2026).
>>> Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Negara Demokrasi Terbuka
Menurutnya, langkah perlindungan tersebut menjadi krusial karena kelompok kelas menengah bertindak sebagai penggerak utama konsumsi dan aktivitas ekonomi nasional.
Tekanan ekonomi kini mulai dirasakan nyata oleh kelompok kelas menengah.
Banyak keluarga menghadapi situasi yang tidak mudah dengan pengeluaran bertambah, cicilan tetap berjalan, biaya pendidikan naik, serta kebutuhan menabung dan masa depan.
Target pertumbuhan ekonomi pada 2027 tidak boleh sekadar menjadi pajangan angka. Pemerintah dituntut mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat sektor usaha, dan mempertahankan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
Mengatur kelas menengah bukan semata-mata membantu satu kelompok masyarakat, tetapi juga menjaga mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bergerak.
>>> Pemerintah dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027, Target Penerimaan Negara Naik
Kelompok ini memegang peran vital karena keyakinan mereka untuk berbelanja, membeli properti, dan berinvestasi akan memperkuat aktivitas ekonomi.
Sebaliknya, penundaan keputusan ekonomi oleh kelas menengah akan langsung berdampak negatif pada dunia usaha. Oleh karena itu, reformasi fiskal harus dilakukan dengan prinsip keadilan dan mendorong pertumbuhan.
Terkait pembiayaan, pemerintah dan DPR telah menyepakati target rasio pendapatan negara pada kisaran 12,01 persen hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pencapaian target tersebut harus bertumpu pada perluasan basis penerimaan serta reformasi fiskal yang berkualitas.
Komisi XI DPR RI menekankan agar skema ini tidak memberikan tekanan baru bagi wajib pajak yang selama ini sudah patuh.
>>> Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jangan sampai kelas menengah yang menjadi penggerak utama ekonomi domestik justru semakin terbebani.