Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung membuka tujuh kanal layanan informasi untuk mengatasi kendala dalam pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Langkah ini diambil untuk meminimalisasi miskomunikasi seiring melonjaknya jumlah pendaftar.
>>> Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 30 Tahun Penjara
SPMB tahap I jalur afirmasi dan prestasi dimulai pada Juni 2026. Hingga Kamis (11/6/2026), tercatat 17.843 calon peserta didik telah mengikuti proses seleksi tersebut.
Fasilitas Layanan yang Disediakan
Fasilitas yang disiapkan meliputi posko terpadu, layanan WhatsApp, media sosial, chatbox, hingga layanan konsultasi di tingkat kewilayahan. Tujuannya agar penanganan masalah berjalan cepat.
"Kami sengaja memperluas kanal layanan agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan meminimalisasi miskomunikasi selama proses SPMB berlangsung.
Jadi ketika ada kendala, masyarakat memiliki tempat untuk bertanya dan mendapatkan solusi," kata Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, Jumat (12/6).
Sejauh ini, jalur penanganan pengaduan resmi diklaim telah menyelesaikan sekitar 71 persen dari total laporan yang masuk.
>>> Thibaut Courtois Isyaratkan Pensiun dari Timnas Belgia Usai Piala Dunia 2026
Data operasional menunjukkan Disdik menangani 518 konsultasi, sementara 124 konsultasi diselesaikan melalui Dinas Sosial, dan 895 layanan administrasi kependudukan dirampungkan lewat Disdukcapil.
"Yang terpenting masyarakat merasa terlayani dan mendapatkan informasi yang benar.
Kami ingin memastikan setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses SPMB dengan baik," pungkas Asep.
Penyediaan posko terpadu ini menyusul gelombang protes dari puluhan orang tua murid yang mendatangi Kantor Disdik Jawa Barat sejak Senin (8/6/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh masalah teknis Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 tingkat provinsi yang berujung pada pencopotan Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Suhendar.
>>> Alwi Farhan Tembus Semifinal Australian Open 2026
Masyarakat mengeluhkan berbagai permasalahan teknis pada hari terakhir PCMB, mulai dari sistem verifikasi akun yang terhambat hingga kebingungan peserta yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung untuk beralih ke jalur reguler.