Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menegaskan komitmennya untuk mengawal penyusunan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.
Hal ini disampaikan saat pembukaan Musyawarah Cabang Pengurus Cabang Kimia, Energi, dan Pertambangan (KEP) KSPSI Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).
>>> Argentina Hadapi Kutukan Ranking 1 FIFA di Piala Dunia 2026
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan bahwa organisasinya memilih tetap berada di jalur perjuangan buruh.
Sikap independen itu diwujudkan dengan tidak bergabung ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sudah menjelaskan kepada Presiden Prabowo mengapa saya memilih tidak masuk pemerintahan. Sejak awal saya berkomitmen untuk mengambil jalan perjuangan dan akan terus memimpin buruh.
Presiden dapat memahami pilihan saya tersebut,” kata Andi Gani.
Penolakan jabatan di pemerintahan ini diambil agar fokus organisasi tidak terpecah.
KSPSI memprioritaskan penguatan posisi pekerja domestik melalui berbagai program strategis, terutama dalam mengintervensi draf regulasi ketenagakerjaan yang baru.
Instruksi Kawal UU Ketenagakerjaan
Andi Gani meminta seluruh keluarga besar KSPSI mengawal lahirnya UU Ketenagakerjaan yang baru.
>>> BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur Makan Bergizi Rp6 Juta per Hari
Tim perumus DPP KSPSI saat ini sedang menyelesaikan berbagai usulan dan masukan yang berisi poin-poin penting serta krusial untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Ia juga menginstruksikan jajaran pengurus di setiap tingkatan untuk merespons dinamika dunia kerja yang dinamis.
Selain agenda regulasi, pergerakan buruh belakangan ini mencatat momentum penting seperti kehadiran Presiden Prabowo pada May Day 2026 dan peresmian Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah di Nganjuk.
“Kami akan terus membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah, tetapi tetap menjaga independensi gerakan buruh. Tugas utama kami adalah memastikan suara pekerja didengar dan diperjuangkan,” ujar Andi Gani.
Kemandirian organisasi buruh juga ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur secara swadaya.
KSPSI menjadwalkan peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN yang dibangun melalui sistem gotong royong anggota pada awal Agustus mendatang.
“Ini menjadi bukti bahwa organisasi buruh mampu membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas SDM pekerja.
>>> Polisi Selidiki Kematian Anak Usai CT Scan di RSUD Prambanan
Pusat pendidikan dan pelatihan ini akan menjadi tempat mencetak kader-kader serikat pekerja yang tangguh dan profesional,” kata Andi Gani.