Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) menuai gelombang protes dari para investor, mitra, dan pengelola dapur.
Protes ini dipicu oleh kerapuhan tata kelola kelembagaan yang menyebabkan kerugian finansial pada Jumat, 12 Juni 2026.
>>> Korea Selatan Kalahkan Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Para pelaku usaha mengaku ditinggalkan oleh sistem setelah menanamkan modal besar.
Mereka telah membangun fasilitas dapur, menyediakan peralatan, merekrut tenaga kerja, dan menanggung beban pembiayaan di muka demi mendukung proyek sosial negara.
Benturan Misi Kemanusiaan dan Ekspektasi Ekonomi
Kondisi ini menimbulkan benturan tajam antara misi kemanusiaan pemerintah dan ekspektasi ekonomi para investor.
Masalah ini diperparah oleh belum matangnya struktur birokrasi serta munculnya ruang abu-abu bagi para pemburu rente.
>>> 6 Contoh Pengumuman Libur Tahun Baru Islam 2026 untuk Berbagai Instansi
Lemahnya fungsi pengawasan dan tidak adanya kontrak kerja yang transparan melahirkan praktik pasar gelap kelembagaan di lapangan.
Dugaan praktik tersebut mencakup jual beli titik layanan, fenomena "ternak yayasan", hingga permainan akses informasi.
Kompas. com melansir bahwa pemerintah harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh mata rantai program MBG.
>>> Barantin Usul MoU dengan Kejagung untuk Perkuat Penegakan Hukum Karantina
Audit ini diperlukan untuk memetakan secara jujur antara mitra yang benar-benar beroperasi dengan pihak yang sekadar mencari keuntungan sepihak.