Kepala Negara memaparkan fakta historis mengenai kemajuan ekonomi negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jepang, hingga China.
Menurut dia, kebangkitan ekonomi modern di negara-negara tersebut distimulasi oleh semangat kebangsaan yang kuat.
"Jadi saudara-saudara, Jepang maju, Amerika maju, Eropa Barat maju, Tiongkok bangkit sekarang karena nasionalisme," ujar Prabowo.
Semangat nasionalisme menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan melahirkan organisasi seperti HIPMI. Peran strategis pengusaha muda sangat dibutuhkan dalam membangun kekuatan ekonomi tersebut.
"Lahnya HIPMI dengan wawasan nasionalisme sebagaimana diutarakan, adalah sangat penting. Tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme," ujar Prabowo.
>>> Badan Gizi Nasional Dikritik Akibat Tata Kelola Program MBG yang Ruwet
Untuk memperkuat argumennya, Presiden mengutip pemikiran sosiolog Liah Greenfeld dalam buku The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth (2001).
Buku tersebut menjabarkan bahwa karakteristik ekonomi modern tidak dapat berkembang secara mandiri tanpa dorongan ideologi kebangsaan.
"Jadi, karakteristik dari ekonomi modern, is not self-sustained. Tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya.
Pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme," kata Prabowo.
Presiden mengajak seluruh anggota HIPMI yang hadir untuk mengevaluasi penerapan sistem ekonomi nasional. Pengusaha muda diharapkan merefleksikan apakah sistem ekonomi yang berjalan sudah berlandaskan asas nasionalisme.
"Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri. Apa benar sistem ekonomi kita sudah berdasarkan nasionalisme?
Marilah kita lihat dengan mata dan hati yang terbuka," ujar Prabowo.
Melalui semangat kebangsaan, para pengusaha muda diminta mengambil peran aktif dalam menggerakkan kebangkitan industri nasional. Presiden kembali menekankan komitmennya agar pasar domestik memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
"Pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berpesan agar seluruh jajaran pengusaha nasional mengabaikan pihak-pihak yang memberikan komentar negatif.
Menurut dia, kemajuan pembangunan ekonomi nasional hanya bisa dicapai melalui persatuan dan kerja keras yang fokus.
"Kita harus bersatu, gotong royong, kalau ada yang menghasut, memecah belah, yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang Indonesia, yang nyinyir," kata Presiden.
Presiden mengingatkan perjuangan kemerdekaan masa lalu yang juga kerap menghadapi skeptisisme. Pengusaha diminta menggunakan peribahasa anjing menggonggong kafilah berlalu agar Indonesia tetap konsisten menuju visi kehebatan bangsa.
"Kita akan menuju kemenangan dan kehebatan saudara-saudara sekalian. Dulu waktu pejuang-pejuang kita, waktu mereka mengatakan merdeka banyak juga yang nyinyir," katanya.
Terakhir, Kepala Negara menegaskan kembali bahwa pertumbuhan ekonomi modern tidak akan terjadi secara alami tanpa stimulus.
Pemikiran dari pakar kapitalisme dunia menunjukkan bahwa nasionalisme merupakan faktor paling krusial dalam mempertahankan pembangunan ekonomi.
"Yang saya ambil kalimat terakhir, ‘The sustained growth characteristic of modern economy’ karakteristik tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya.
>>> Korea Selatan Kalahkan Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Pembangunan, pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme," ujar Presiden.