Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk segera membentuk tim evaluasi buku ajar sekolah.
Instruksi ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis malam (11/6/2026).
>>> Nico Paz Pilih Bertahan di Como 1907, Tolak Kembali ke Real Madrid
Evaluasi Buku Ajar untuk Kejar Ketertinggalan Teknologi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa tim tersebut akan mempelajari buku pelajaran bagi seluruh peserta didik. Tujuannya agar isi buku sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi.
"Kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar," ujar Prasetyo Hadi. Rapat yang berlangsung hampir dua jam itu menunjukkan komitmen besar pemerintah terhadap sektor pendidikan.
Selain evaluasi buku ajar, rapat juga membahas revitalisasi sekolah, pembangunan sekolah nasional terintegrasi, program Makan Bergizi Gratis, dan pemanfaatan interactive flat panel.
Peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian utama.
>>> Jadwal Playoff MPL ID S17 12 Juni 2026: Geek Fam vs Onic di Final Upper Bracket
Menteri Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian program bantuan biaya pendidikan.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1, dengan nominal 3 juta per semester.
Program tersebut sudah berjalan dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL) dan memasuki semester kedua. Sebagian peserta dijadwalkan diwisuda tahun ini.
"Kami sudah meminta kesediaan Presiden untuk mewisuda para guru tersebut secara langsung," kata Abdul Mu'ti.
>>> Uji Prediksi Juara Piala Dunia 2026: Komparasi 6 Chatbot AI Populer
Tahun ini, pemerintah memperluas jangkauan program dengan mengalokasikan beasiswa untuk 150.000 guru dengan nominal yang sama.