⌂ Beranda News Pemerintah Fokuskan Delapan Program Prioritas untuk Pacu Ekonomi 2027

Pemerintah Fokuskan Delapan Program Prioritas untuk Pacu Ekonomi 2027

Pemerintah Fokuskan Delapan Program Prioritas untuk Pacu Ekonomi 2027
Ilustrasi program prioritas ekonomi Indonesia 2027
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia menyiapkan delapan klaster program prioritas untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027.

Langkah ini diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari kebijakan fiskal 2027.

>>> Pahami Aturan Battery Swap Sebelum Membeli Motor Listrik

Delapan program tersebut meliputi ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan.

Pengamat Soroti Efektivitas Pelaksanaan

Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai keberhasilan program sangat bergantung pada efektivitas di lapangan.

Menurutnya, hilirisasi dan industrialisasi menjadi motor paling menjanjikan dalam jangka pendek karena dampaknya cepat terhadap aktivitas ekonomi.

Sektor konstruksi dan perumahan juga dinilai memiliki efek pengganda tinggi dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

>>> Polresta Banyumas Tangkap Pembunuh Dua Wanita di Patikraja

Program ekonomi kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat konsumsi rumah tangga masyarakat bawah.

Namun, Yusuf menekankan efektivitas dan dampak ekonominya perlu terus dievaluasi karena masih relatif baru.

Selain itu, sektor pangan, pendidikan, dan kesehatan dinilai krusial untuk stabilitas dan kualitas sumber daya manusia jangka panjang.

Yusuf menyarankan penataan anggaran berfokus pada efisiensi program yang tumpang tindih, bukan dengan memotong program prioritas.

>>> Polda Metro Jaya Tangkap Pemilik Arena Permainan Terselubung di Medan

"Penghematan yang sehat berasal dari pengurangan program yang tumpang tindih, memiliki dampak ekonomi rendah, atau berisiko mengalami kebocoran anggaran," ujarnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru