⌂ Beranda News Pahami Aturan Battery Swap Sebelum Membeli Motor Listrik

Pahami Aturan Battery Swap Sebelum Membeli Motor Listrik

Pahami Aturan Battery Swap Sebelum Membeli Motor Listrik
Stasiun penukaran baterai motor listrik
A A Ukuran Teks16px

Stasiun penukaran baterai atau battery swap menjadi solusi pengisian daya yang praktis bagi pengguna motor listrik. Pengendara cukup menukar baterai kosong dengan yang terisi penuh di stasiun terdekat.

Namun, calon pembeli perlu memahami aspek penting sebelum memilih kendaraan dengan sistem ini, terutama terkait regulasi kepemilikan aset dan mekanisme saat berhenti berlangganan.

>>> Polresta Banyumas Tangkap Pembunuh Dua Wanita di Patikraja

Status Kepemilikan Baterai

Pegiat kendaraan listrik sekaligus juru bicara Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (KOSMIK), Hendro Sutono, menjelaskan bahwa sistem battery swap berbeda dengan sewa baterai.

Pada sistem ini, pembeli memiliki hak milik atas baterai sejak transaksi awal.

"Pada sistem tukar baterai yang berbasis pada hak milik awal sejak transaksi pertama dilakukan," kata Hendro.

"Dalam skema ini, konsumen sebenarnya membeli satu paket kendaraan yang utuh secara hukum, yaitu unit motor beserta satu pak baterai fisik dalam kondisi gres atau baru dari pabrik."

Dengan demikian, baterai pertama yang diperoleh konsumen berstatus legal sebagai properti pribadi. "Secara de jure (hukum), baterai pertama tersebut sudah sah menjadi aset pribadi milik konsumen," ujarnya.

Meski berstatus hak milik, pengguna layanan ini umumnya terintegrasi ke dalam ekosistem jaringan pengisian daya yang dikelola penyedia.

"Hanya saja, demi mengejar mobilitas yang efisien dan memangkas durasi pengisian daya di jalan, konsumen secara sadar menandatangani kesepakatan untuk memasukkan baterai barunya ke dalam ekosistem jaringan stasiun penukaran milik perusahaan," jelas Hendro.

Dalam jaringan itu, unit baterai konsumen akan melebur dan berputar bersama unit lainnya. Setelah penukaran pertama, pengendara tidak lagi menggunakan baterai yang sama seperti saat pembelian.

Kondisi kesehatan baterai pun bervariasi.

>>> Polda Metro Jaya Tangkap Pemilik Arena Permainan Terselubung di Medan

Hak Konsumen Saat Keluar dari Layanan

Menurut Hendro, persoalan baru muncul ketika pengguna berniat menyudahi keanggotaan dan beralih ke pengisian daya mandiri di rumah.

"Dinamika menarik baru terjadi ketika konsumen tersebut merasa jenuh dengan biaya penukaran harian dan memutuskan untuk keluar dari ekosistem swap guna beralih ke metode pengisian daya mandiri di rumah untuk selamanya," katanya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru