⌂ Beranda News Rajiv Apresiasi Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo

Rajiv Apresiasi Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo

Rajiv Apresiasi Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Anak gajah Sumatera bernama Nona Seroja di Taman Nasional Tesso Nilo
A A Ukuran Teks16px

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv memberikan apresiasi atas keberhasilan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, yang melestarikan Gajah Sumatera melalui kelahiran seekor anak gajah bernama Nona Seroja.

"Kelahiran ini merupakan kabar baik bagi dunia konservasi, sekaligus menjadi simbol bahwa upaya perlindungan Gajah Sumatera masih memberikan hasil nyata di tengah berbagai tantangan pelestarian satwa liar," ucap Rajiv.

>>> Review Fitur Pro Video Samsung Galaxy S26 Ultra untuk Konser: Atasi Flicker Layar LED

Politisi muda Partai NasDem ini menjelaskan bahwa kawasan Flying Squad Balai TNTN kini telah mencatat empat kelahiran anak gajah dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Hal tersebut terjadi melalui proses reproduksi alami antara induk gajah binaan dan gajah liar di habitatnya.

Keberhasilan reproduksi ini dinilai menunjukkan tata kelola yang baik, pendampingan mahout yang optimal, dukungan tim medis veteriner, serta kondisi habitat yang masih mendukung tercapainya target konservasi secara konkret.

"Kehadiran Nona Seroja tidak hanya menambah populasi gajah binaan di Camp Elephants Flying Squad Tesso Nilo, tetapi juga menunjukkan bahwa pola konservasi terkelola yang dilakukan di TNTN dapat menjadi salah satu contoh penting bagi pengelolaan konservasi gajah di Indonesia," kata Rajiv.

Status Kritis Gajah Sumatera

Setiap kelahiran dinilai memiliki pengaruh besar bagi keberlanjutan populasi satwa dalam jangka panjang.

Terlebih lagi, status Gajah Sumatera saat ini masih masuk dalam kategori terancam punah kritis atau Critically Endangered.

>>> Pemerintah Fokuskan Delapan Program Prioritas untuk Pacu Ekonomi 2027

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, jumlah populasi Gajah Sumatera di 22 lanskap koridor yang tersisa di Pulau Sumatera saat ini diperkirakan hanya tinggal sekitar 1.100 individu.

"Jadi kelahiran gajah Nona Seroja ini patut jadi kegembiraan kita semua," ungkap Rajiv.

Peristiwa ini juga dipandang sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan antara manusia dan satwa liar.

Konflik ruang antara keduanya masih terus terjadi akibat adanya perubahan fungsi lahan, penyusutan area habitat, serta terputusnya jalur jelajah gajah.

Penyelesaian hambatan tersebut dinilai memerlukan kolaborasi yang harmonis antara masyarakat setempat, pihak pengelola kawasan hutan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya yang hidup berdampingan dengan ekosistem satwa.

>>> Pahami Aturan Battery Swap Sebelum Membeli Motor Listrik

"Saya berharap model konservasi di Tesso Nilo, khususnya melalui pengelolaan Flying Squad, dapat terus diperkuat dan dijadikan role model konservasi Gajah Sumatera di Indonesia," pungkas Rajiv.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru