Dr. Andik Wijaya, M. Rep.
Med, terkejut saat mengetahui dirinya berisiko tinggi mengalami serangan jantung akibat penyakit jantung koroner. Hasil pemeriksaan pada April 2024 mengubah pandangannya tentang kesehatannya.
>>> AC Milan Incar Ruben Amorim sebagai Pelatih Baru
Di usia 60 tahun, dokter yang berkecimpung di bidang kesehatan reproduksi itu justru menemukan risiko penyakit jantung koroner yang tinggi.
Alih-alih menyerah, ia memilih mengubah gaya hidup secara menyeluruh.
Dua tahun kemudian, ia berhasil menyelesaikan lomba maraton dan memiliki tingkat kebugaran setara pria berusia 30 tahun. Kisah itu ia bagikan kepada Kompas.
com pada Jumat (12/6/2026).
Menemukan Harapan dari Perubahan Gaya Hidup
Andik mengatakan temuannya bermula dari pemeriksaan coronary artery calcium score yang ia ikuti karena ada program diskon. Ia mengaku sangat percaya diri sebelum menjalani pemeriksaan tersebut.
“Saya pikir kesehatan saya bakal baik-baik saja karena saya cukup menjaga kesehatan,” kata dr. Andik. Namun hasilnya jauh dari perkiraan.
Skor kalsium koroner yang ia miliki mencapai 431, angka yang menunjukkan risiko tinggi terkena serangan jantung maupun stroke.
Sebagai dokter, Andik memahami bahwa langkah medis berikutnya biasanya adalah pemeriksaan kateterisasi.
Jika penyumbatan mencapai 70 persen atau lebih, pasien umumnya perlu menjalani pemasangan ring jantung. Di tengah proses itu, Andik mulai mempelajari berbagai penelitian terbaru mengenai penyakit jantung koroner.
Ia menemukan penelitian dari Dr. Dean Ornish, seorang ahli preventive cardiology di Amerika Serikat. Temuan bahwa penyakit jantung koroner dapat diperbaiki melalui perubahan gaya hidup membuatnya tertarik.
“Saya pikir siapa yang enggak mau? Enggak perlu prosedur mahal, enggak perlu ke luar negeri, hanya dengan perubahan gaya hidup,” ujarnya.
Andik mulai menerapkan pola makan berbasis nabati atau plant-based diet. Menu hariannya didominasi oatmeal, aneka kacang-kacangan, serta buah-buahan.
Perubahan tersebut berdampak signifikan pada kadar kolesterol LDL miliknya. “Kolesterol saya turun sampai kisaran 47 sampai 61,” kata dr. Andik.
>>> IPO SpaceX Diprediksi Ciptakan 4.000 Jutawan Baru dari Karyawan