⌂ Beranda News Warga Patakbanteng Pulihkan Hutan Lindung Gunung Prau

Warga Patakbanteng Pulihkan Hutan Lindung Gunung Prau

Warga Patakbanteng Pulihkan Hutan Lindung Gunung Prau
Pemandangan hutan lindung di kaki Gunung Prau, Wonosobo
A A Ukuran Teks16px

Masyarakat Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil memulihkan tutupan hutan lindung di kaki Gunung Prau.

Kawasan itu sempat rusak akibat perambahan lahan pertanian sejak krisis moneter 1997.

>>> Kemenag Luncurkan Program Peaceful Muharam 1448 H untuk Perkuat Kemaslahatan Umat

Kerusakan hutan sebelumnya memicu penurunan debit mata air hingga sekitar 50 persen. Kondisi gersang juga membuat kawasan itu rentan kebakaran hutan saat musim kemarau.

Inisiatif dari Pengelolaan Jalur Pendakian

Peluang pemulihan terbuka saat jalur pendakian Gunung Prau lewat Desa Patakbanteng ramai wisatawan sejak 2012. Pada akhir pekan, jumlah pendaki bisa melampaui 50 orang.

Warga setempat membentuk kelompok peduli lingkungan untuk mengelola jalur pendakian. Pendapatan dari wisata gunung dialokasikan untuk rumah bibit tanaman endemik, bibit pohon, dan fasilitas perpustakaan.

"Hutan lindung berubah jadi lahan pertanian, mata air pun berkurang," kata Kepala Desa Wisata Patakbanteng Solichun.

Penanaman kembali hutan gundul rutin dilakukan warga selama tiga bulan pertama setiap tahun. Kegiatan ini memanfaatkan penutupan jalur pendakian akibat cuaca buruk.

"Ada persentase uang yang kami dapat dari gunung, untuk kembali ke gunung," sebut Solichun.

>>> Piala Dunia 2026 Dimulai, Basket Masih Dominasi Perhatian Warga AS

Inisiatif swadaya itu perlahan mengembalikan fungsi tutupan hutan dan meningkatkan debit mata air desa. Program pemulihan kini didukung pendampingan dari program Bakti BCA.

"Kami tanam tanaman lokal pengendali erosi," ujar Solichun.

Pihak korporasi menerapkan tiga fase pendampingan: penyusunan desain potensi, penguatan kelembagaan dan sumber daya alam, serta perluasan akses pasar produk desa.

"Kita gali gap potensi yang ada," kata VP CSR BCA Nona Faletta Aryuni.

Program Bakti BCA juga merencanakan pelibatan sektor pendidikan tinggi. Mahasiswa mitra dijadwalkan mulai tinggal di desa binaan pada Juli 2026 untuk membantu merumuskan solusi kendala lokal.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen Usai AS Batalkan Serangan ke Iran

"Mahasiswa yang sudah dikurasi, selama satu bulan akan mencarikan solusi dari berbagai issue yang ada," sebut VP Corporate Communication BCA Wendiyanto Saputro.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru