⌂ Beranda News Wagub Jateng Minta SPPG Beli Telur dari Peternak Lokal untuk Program MBG

Wagub Jateng Minta SPPG Beli Telur dari Peternak Lokal untuk Program MBG

Wagub Jateng Minta SPPG Beli Telur dari Peternak Lokal untuk Program MBG
Telur ayam dari peternak lokal untuk program MBG
A A Ukuran Teks16px

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya membeli telur dari peternak lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, ribuan dapur MBG seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi peternak, petani, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal.

>>> Kanwil DJP Sita Tiga Apartemen dan Rekening Perusahaan Baja Akibat Tunggakan Pajak

"Hari ini kita ingin memastikan bahwa para peternak dan para petani benar-benar merasakan keberadaan program MBG.

Adanya SPPG ini harus bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang ada di masyarakat," kata Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan dan Rantai Pasok Bahan Baku MBG di Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan rata-rata kebutuhan telur untuk seluruh SPPG di Jawa Tengah mencapai 720.902 kilogram per minggu.

Angka itu masih jauh dibandingkan potensi produksi telur Jawa Tengah yang mencapai sekitar 7,3 juta ton per tahun.

Penyerapan dari SPPG di Jateng belum sebanyak itu. Namun, komoditas daging ayam menunjukkan serapan yang lebih tinggi.

Kebutuhan daging ayam mencapai 1.452.587 kilogram per minggu atau sekitar 75,5 ribu ton per tahun.

Angka tersebut setara sekitar 1,3 persen dari total potensi produksi ayam Jawa Tengah.

Dorong Penyerapan Produksi Lokal

Pemprov Jawa Tengah akan menyiapkan kesepakatan bersama dengan asosiasi peternak, koperasi, serta pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya agar kebutuhan bahan baku SPPG diprioritaskan dari daerah sendiri.

>>> Juventus Rombak Manajemen, Tunjuk Giovanni Carnevali sebagai Bos Baru

"Kita akan membuat kesepakatan bahwa SPPG harus menyerap kebutuhan bahan pokok dari Jawa Tengah, khususnya telur, ayam, dan ikan.

Harus membeli di sini," tegasnya.

Ia mencontohkan, apabila terdapat SPPG di Kabupaten Banjarnegara, maka kebutuhan telur, sayur, maupun bahan pangan lainnya idealnya dipenuhi terlebih dahulu oleh pemasok dari wilayah tersebut.

Langkah itu diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal, menekan biaya distribusi, dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun peternak.

Taj Yasin mengakui saat ini masih terdapat laporan bahwa sebagian peternak menjual telur dengan harga Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram.

Angka itu jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.000 per kilogram.

"Kita ingin memastikan ekonomi masyarakat tumbuh. Jangan sampai bahan baku diambil dari masyarakat tetapi harganya justru di bawah harga acuan pemerintah," ujarnya.

Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, menambahkan bahwa kesepakatan tersebut nantinya menjadi bentuk komitmen bersama agar bahan baku lokal terserap lebih optimal.

Menurutnya, pengawasan akan diperkuat melalui Satgas MBG kabupaten/kota dan BGN untuk memastikan rantai pasok berjalan sesuai tujuan program.

>>> Daftar 20 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026

Saat ini program MBG di Jawa Tengah telah melibatkan 7.312 UMKM, 2.407 koperasi, 91 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, 161 BUMDes, 18 BUMDes Bersama, serta 7.967 supplier lainnya sebagai bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru