Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penyelesaian prastudi kelayakan untuk 13 proyek hilirisasi baru pada akhir Juli 2026.
Total investasi dari proyek-proyek tersebut mencapai sekitar Rp 239 triliun.
>>> AS Selidiki Vandalisme Kode 8647 di National Mall Dekat Gedung Putih
Saat ini, Kementerian ESDM sedang melakukan finalisasi terhadap dokumen pra-feasibility study (pra-FS).
Kementerian ESDM merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi.
Rencananya, dokumen hasil prastudi kelayakan akan diserahkan langsung kepada Danantara untuk tindak lanjut setelah evaluasi selesai.
"Paling yang di kami sekarang finalisasi yang 13 proyek itu, pra-FS-nya. Nah, itu kan harus segera kita rampungkan.
(target) Juli," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika.
Salah satu proyek yang difinalisasi adalah pembangunan infrastruktur jaringan kabel bawah laut.
"Iya salah satunya (kabel bawah laut)," kata Ahmad Erani.
>>> Korlantas Polri Permudah Proses Penerbitan SIM dengan Ubah Materi Ujian Praktik
Sebelumnya, pelaporan 13 proyek hilirisasi baru tahap kedua telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor.
"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Penambahan proyek baru ini berjalan bersamaan dengan pemantauan tahap pertama.
Sebagian proyek tahap pertama sudah memasuki peletakan batu pertama dan sisanya akan dimulai bulan depan.
Selain hilirisasi mineral, pemerintah juga mengoptimalkan potensi energi domestik seperti etanol dan biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO).
"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO," ujar Bahlil.
>>> Pin 168 Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Picu Protes Israel ke FIFA
Kebijakan ini dijalankan untuk menekan ketergantungan terhadap komoditas impor.