Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2026).
IHSG menguat sebesar 2,07 persen atau bertambah 121,632 poin ke posisi 6.007,656.
>>> Samsung Rilis Galaxy A57 dan Galaxy A37 untuk Kreator Video Selfie
Penguatan ini didorong oleh kembalinya minat beli investor asing. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat net buy asing mencapai Rp 287 miliar.
Aliran modal asing deras mengalir ke saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang teratas dengan net buy Rp 193 miliar.
Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 175 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 160 miliar.
Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net buy Rp 96 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 76 miliar.
Meskipun demikian, tekanan jual asing masih terjadi pada beberapa saham unggulan, terutama di sektor perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat net sell terbesar Rp 372 miliar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga dilepas asing sebesar Rp 168 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 102 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 38 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 36 miliar.
Namun, tekanan jual pada saham perbankan besar mampu diredam oleh masuknya dana asing ke emiten pilihan seperti BBCA, DSSA, TPIA, dan AMMN.
>>> AS Larang Kreator Asing Gunakan Visa Turis Selama Piala Dunia 2026
Hal ini menjaga penguatan IHSG sepanjang hari.
Sejak awal pembukaan, IHSG konsisten di zona hijau.
Indeks dibuka di level 5.960,42 dan sempat menyentuh titik tertinggi harian 6.074,07 sebelum ditutup di area 6.000.
Posisi terendah indeks selama sesi perdagangan tercatat di level 5.952,85.
Volume transaksi tercatat padat dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 21,68 triliun. Volume perdagangan mencapai 37,47 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,40 juta kali.
Secara keseluruhan, mayoritas saham menguat. Sebanyak 615 saham naik, 108 saham turun, dan 93 saham stagnan.
>>> Lonjakan Harga Pertamax Bisa Dorong Pengendara Mobil Beralih ke Motor
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pun ikut terdorong hingga mencapai total Rp 10.547,73 triliun.