⌂ Beranda News Rupiah Menguat 0,98 Persen Setelah Sebelas Pekan Melemah

Rupiah Menguat 0,98 Persen Setelah Sebelas Pekan Melemah

Rupiah Menguat 0,98 Persen Setelah Sebelas Pekan Melemah
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat sebesar 0,98 persen dalam perdagangan sepekan yang berakhir pada Jumat (12/6/2026).

Penguatan ini memutus rantai pelemahan yang berlangsung selama sebelas pekan berturut-turut.

>>> Pochettino Waspadai Agresivitas Paraguay di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026).

Angka tersebut naik 0,72 persen dibandingkan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.989 per dolar AS.

Secara mingguan, mata uang Garuda menguat dari posisi awal pekan di Rp 18.188 per dolar AS.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan sekitar 1,38 persen dalam sepekan.

Kurs referensi bergerak dari Rp 18.171 per dolar AS pada Senin (8/6) ke Rp 17.921 per dolar AS pada Jumat (12/6).

Faktor eksternal yang mendorong penguatan adalah sinyal kemajuan dialog damai antara Amerika Serikat dan Iran di Eropa.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan suplai energi di Timur Tengah.

>>> Cara dan Syarat Pengajuan Bantuan Laboratorium IPA SMA 2026

"Pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan adanya kemajuan dalam diskusi dengan Iran, dengan peluang tercapainya kesepakatan damai di Eropa akhir pekan ini," ujar Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka.

Kondisi tersebut mendorong pelaku global beralih dari aset aman dolar AS ke aset berisiko di negara berkembang.

Dari sisi domestik, daya tarik pasar keuangan Indonesia terkerek oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,50 persen.

Aliran modal asing masuk ke Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, menambah pasokan valuta asing.

Kepercayaan investor juga diperkuat proyeksi Bank Dunia yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026.

Langkah intervensi Bank Indonesia bersama daya tarik instrumen domestik dinilai efektif membalikkan arah pergerakan rupiah.

Namun, fluktuasi ke depan masih bergantung pada kebijakan suku bunga Federal Reserve, arus modal asing, dan dinamika politik global.

>>> Pegadaian Resmi Jadi Pemegang Rekening KSEI, Siapkan ETF Emas

Sutopo Widodo memproyeksikan pergerakan rupiah pada pekan depan berada di kisaran Rp 17.650 hingga Rp 18.050 per dolar AS.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru