PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi, termasuk Pertamax, yang berlaku mulai 10 Juni 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan harga minyak dunia yang terus melonjak.
>>> Pemerintah Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Mulai 12 Juni
Penyesuaian harga ini dilakukan setelah pemerintah menahan kenaikan harga selama beberapa bulan meskipun harga minyak internasional telah mengalami lonjakan signifikan.
Dengan penyesuaian tersebut, harga Pertamax kini menjadi Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami kenaikan menjadi Rp 17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang harganya harus mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Hal ini disampaikan melalui keterangan resmi di media sosial pada Jumat, 12 Juni 2026.
Teddy menambahkan bahwa langkah penyesuaian ini tidak dapat dihindari mengingat tren pasar global yang terus menunjukkan kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
>>> 100 Ucapan Pernikahan Islami Penuh Doa untuk Sahabat dan Keluarga
Ia menyebutkan harga minyak dunia telah naik drastis sejak Maret, namun pemerintah berupaya menahan kenaikan tersebut selama berbulan-bulan.
Pemerintah juga membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Berdasarkan data per 11 Juni 2026, harga BBM setara RON 92/95 di Singapura mencapai Rp 42.971, menunjukkan bahwa harga Pertamax di Indonesia masih lebih terjangkau.
Teddy menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga ini tidak berlaku untuk bahan bakar bersubsidi. Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Solar Rp 6.800 per liter.
Pihak manajemen Pertamina, melalui Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini juga dilakukan oleh badan usaha swasta di Indonesia.
>>> Benfica Tunjuk Marco Silva Gantikan Jose Mourinho yang Pindah ke Real Madrid
Keputusan ini mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak internasional, sembari tetap memperhatikan daya beli masyarakat.