Ibas menyoroti pentingnya persiapan Indonesia menghadapi era teknologi generasi berikutnya.
Indonesia harus mengambil posisi strategis dalam pengembangan teknologi masa depan, termasuk 5G, 6G, kecerdasan buatan (AI), dan pengelolaan data nasional.
"Masa depan 5G dan persiapan menuju 6G harus kita siapkan dari sekarang.
Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi bagian penting dari ekosistem digital global," jelas Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
Kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam riset dan penerapannya agar cita-cita tersebut dapat terwujud.
>>> Novelty Training Gelar Sertifikasi SKKNI Instruktur Level 4
Kecerdasan buatan (AI) dinilai Ibas dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang lebih efektif.
Penerapannya harus tetap menjunjung prinsip akuntabilitas dan kepentingan masyarakat.
"AI dapat membantu menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, lebih murah, lebih transparan, dan tetap akuntabel.
Di saat yang sama, kita juga harus memperkuat kedaulatan data dan siber nasional melalui tata kelola yang kuat serta regulasi yang mampu menjaga kepentingan bangsa," ujar Ibas.
Indonesia sesungguhnya memiliki modal sumber daya manusia yang besar untuk memenangkan persaingan digital global. Seluruh pemangku kepentingan harus memastikan talenta-talenta nasional memperoleh dukungan yang memadai.
"Kita tidak kekurangan talenta. Yang harus kita lakukan adalah memastikan talenta-talenta tersebut mendapatkan dukungan agar potensinya berkembang secara optimal," tutur Ibas.
Ibas mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat transformasi digital sebagai agenda strategis nasional yang membutuhkan keberanian, kolaborasi, dan visi jangka panjang.
"Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang masa depan bangsa.
Jika kita mampu membangun infrastruktur yang kuat, melahirkan talenta unggul, menjaga kedaulatan data, dan memperkuat inovasi nasional, Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pemimpin dalam ekonomi digital global," kata Ibas.
Sejumlah narasumber lain turut menyampaikan pandangan.
Co-Founder dan CEO Awanio Irfan Yuta Pratama menekankan pentingnya kedaulatan digital nasional dengan memberikan ruang bagi perusahaan teknologi lokal.
Founder dan CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid menilai Indonesia berpotensi menjadi pencipta teknologi di Asia Tenggara dengan penguatan talenta digital.
Direktur Government Affairs Microsoft Indonesia RR Widyasari Listyowulan menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem data nasional yang kuat.
Ketua APTIKNAS, Ir Soegiharto Santoso mendorong percepatan pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) dan penguatan kebijakan AI.
Beberapa Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat juga menyampaikan pandangannya. Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya konektivitas antarlembaga dan perlindungan konsumen keuangan digital.
Ir Mulyadi mengingatkan inovasi teknologi harus memberi manfaat nyata bagi bangsa.
Rizki Aulia Rahman Natakusumah menyoroti perlunya afirmasi bagi perusahaan teknologi lokal dan percepatan implementasi AI di pemerintahan. Anton Sukartono Suratto menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.
>>> 103 Ucapan Pernikahan Penuh Doa, Tulus, dan Berkesan untuk Pengantin Baru
Faujia Helga Br Tampubolon mengingatkan transformasi digital harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata.