Prasasti Center for Policy Studies menyatakan bahwa kondisi fiskal dan keuangan negara Indonesia masih terjaga dengan aman di tengah berbagai tantangan global yang sedang terjadi.
Sejumlah indikator makroekonomi nasional menunjukkan tren positif sebagai cerminan dari terjaganya ketahanan ekonomi Indonesia.
>>> Simulasi Angsuran KUR BRI Pinjaman Rp 20 Juta dan Persyaratan Terbaru
Situasi keuangan yang stabil ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu bertahan secara positif di kisaran angka 5 persen.
Selain itu, catatan inflasi tahunan Indonesia hingga bulan kelima tahun ini dilaporkan terkendali pada level sekitar 3,08 persen.
Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menjelaskan bahwa angka inflasi tersebut merupakan indikator krusial bagi daya beli masyarakat serta pergerakan harga di pasar.
Faktor penopang lain dari ketahanan ekonomi ini terlihat pada neraca perdagangan nasional yang terus membukukan performa positif.
>>> Kejagung Periksa Bankir Maybank Terkait Kasus Ekspor Minyak Sawit
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia berhasil mempertahankan surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak tahun 2020.
Dari sektor eksternal, cadangan devisa negara tercatat memadai pada angka sekitar US$ 145 miliar.
Jumlah tersebut cukup untuk mendanai transaksi internasional, termasuk impor dan pembayaran utang luar negeri.
Piter Abdullah mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menerapkan disiplin fiskal untuk menjaga defisit anggaran di bawah batas 3 persen.
>>> TNI Dilibatkan Amankan Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Menurutnya, indikator-indikator tersebut dapat dijadikan pegangan untuk menyatakan bahwa kondisi fiskal dan keuangan pemerintah relatif baik.