⌂ Beranda News Nvidia dan Raksasa Teknologi Luncurkan Agen AI untuk Otomatisasi Komputer

Nvidia dan Raksasa Teknologi Luncurkan Agen AI untuk Otomatisasi Komputer

Nvidia dan Raksasa Teknologi Luncurkan Agen AI untuk Otomatisasi Komputer
Chip Nvidia RTX Spark untuk agen AI
A A Ukuran Teks16px

Raksasa teknologi memasuki babak baru dalam pengembangan komputer yang mampu menangani tugas rumit atas nama pengguna.

Asisten digital generasi sebelumnya hanya digunakan untuk hal sederhana seperti alarm dan memutar musik.

>>> Real Madrid Pertimbangkan Ousmane Dembele sebagai Alternatif Julian Alvarez

Sejumlah perusahaan teknologi terbesar kini memperkenalkan ekosistem baru untuk mengurangi ketergantungan pada keyboard dan mouse.

Langkah ini mencakup peluncuran chip, laptop, dan perangkat lunak teranyar yang dirancang agar agen AI dapat menyusun dan mengeksekusi tugas kompleks secara mandiri.

"Tujuan akhirnya adalah mencari tahu, 'Hei, bagaimana caranya saya cukup memberi tahu komputer apa yang pada dasarnya ingin saya lakukan, lalu membiarkannya mengerjakannya?'"

kata Bob O'Donnell, kepala analis di firma riset Technalysis.

Inovasi Chip dan Perangkat Baru

Nvidia telah meluncurkan chip laptop Windows baru bernama RTX Spark untuk menjalankan agen AI secara lokal tanpa koneksi cloud.

Komponen ini menggabungkan teknologi grafis, komputasi, dan jaringan dengan kapasitas memori besar. Produsen komputer seperti Dell, HP, dan Lenovo dijadwalkan segera merilis perangkat yang mengusung chip tersebut.

Di sisi lain, perangkat Googlebooks mendatang juga menyiapkan sistem operasi berbasis arah kursor.

Sistem baru ini akan otomatis menawarkan pengaturan jadwal rapat saat kursor pengguna diarahkan ke tanggal di dalam email.

>>> Polda Riau Tangkap Tujuh Tersangka Begal dan Pencurian Kendaraan

Kemampuan memahami preferensi pribadi dan menyelesaikan pekerjaan multi-tahap ini berkembang pesat setelah popularitas model bahasa besar meroket.

OpenClaw menjadi salah satu contoh asisten AI yang mampu mengoperasikan program tanpa instruksi berulang dari pengguna. Perubahan kebiasaan komputasi bahkan membuat sejumlah karyawan beralih menggunakan perintah suara.

"Situasinya sangat berbeda sekarang karena lebih banyak orang sudah terbiasa menggunakan layanan seperti ChatGPT, Gemini, atau Anthropic," ujar David Naranjo dari Counterpoint Research.

Dalam sebuah demonstrasi, CEO Nvidia Jensen Huang memperlihatkan kemampuan laptop berspesifikasi baru dalam merancang desain rumah. Agen AI dalam perangkat tersebut bekerja secara otonom lintas aplikasi pemodelan 3D.

Sementara itu, Microsoft mengembangkan asisten baru untuk Microsoft 365 yang dinamakan Scout dengan basis teknologi OpenClaw.

Perangkat lunak ini bertugas mengelola konten di cloud, komputer pribadi, serta web, termasuk Outlook dan Teams.

Kendati demikian, para ahli memperkirakan adopsi kendali suara secara penuh pada komputer belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Faktor harga perangkat generasi baru yang tinggi menjadi salah satu penyebab utamanya.

>>> Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,26 Juta Batang Rokok Ilegal di Merak

"Teknologi ini belum menjadi sesuatu yang mutlak dibutuhkan, bukan? Dan saya pikir di situlah tantangan yang harus dihadapi Nvidia, Microsoft, dan pemain lainnya," tambah Naranjo.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru