Seorang pengantin pria di Demak, Jawa Tengah, menjadi korban pengeroyokan saat melerai kericuhan pertunjukan dangdut di pesta pernikahannya.
Insiden ini terjadi di Dusun Tapen, Desa Kuncir, Kecamatan Wonosalam, pada Kamis (11/6) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kericuhan bermula dari aksi saling senggol antarpenonton yang semakin memanas seiring berjalannya waktu. Rekaman video yang beredar menunjukkan beberapa penonton saling memukul.
Dalam video tersebut, terdengar imbauan melalui pengeras suara agar massa berhenti karena yang mencoba melerai adalah mempelai pria.
Namun, warga setempat tidak menyadari hal tersebut.
Kapolsek Wonosalam, AKP Rusmanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kericuhan terjadi di depan rumah pemilik hajatan, perangkat desa bernama Pak Subur.
Pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan antisipasi untuk mencegah gesekan antara tamu dan warga lokal.
Rombongan dari daerah asal mempelai pria di Kecamatan Gajah sengaja hadir untuk memeriahkan acara dangdut.
"Akhirnya pada mencoba memisahkan, termasuk mempelai prianya.
Tapi karena yang dari Kuncir tidak tahu, kan mempelai pria itu juga baru di situ, akhirnya jadi sasaran pemukulan sampai mempelai pria memar di bagian kepala," ujar AKP Rusmanto.