Produk antipenuaan di pasaran kini banyak mengandalkan kolagen dan hyaluronic acid sebagai kandungan utama.
Keduanya populer karena dipercaya mampu membuat kulit wajah menjadi lebih kencang, kenyal, dan terlihat awet muda.
>>> Polda Riau Selesaikan Perbaikan Jembatan Miring 'Benteng Takeshi' di Dumai
Masyarakat sering kali bingung memilih salah satu di antara kedua bahan kosmetik tersebut untuk perawatan harian.
Padahal, penggunaan keduanya sebaiknya dilakukan secara bersamaan karena mempunyai peran yang tidak sama.
Dermatolog dr. Nora Jaafar menjelaskan bahwa kolagen dan hyaluronic acid menangani dua persoalan yang berlainan pada proses penuaan jaringan kulit manusia.
Kolagen memegang kendali dalam mempertahankan struktur kulit, sedangkan hyaluronic acid bertugas menjaga tingkat hidrasi agar muka tetap segar.
Sebagai jenis protein alami tubuh, kolagen menjadi unsur paling utama untuk mempertahankan kekenyalan sekaligus elastisitas pada lapisan kulit.
Kolagen membentuk kerangka struktural kulit yang membantu menjaga kekencangan, elastisitas, dan dukungan jaringan.
Kapasitas produksi protein ini menyusut perlahan ketika seseorang melewati usia pertengahan 20-an. Penurunan tersebut berjalan lebih cepat saat masa perimenopause akibat penurunan hormon estrogen.
Dampak dari berkurangnya protein ini memicu hilangnya kekencangan jaringan, munculnya kerutan halus, serta pudarnya ketegasan kontur wajah.
Oleh sebab itu, kolagen lebih difungsikan untuk memelihara kepadatan sel kulit dalam jangka panjang.
>>> DPD Dukung Evaluasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Hyaluronic Acid Pengunci Hidrasi
Berbeda dengan kolagen, senyawa asam hialuronat atau hyaluronic acid lebih berfokus pada pemeliharaan kelembapan sel kulit luar.
Zat alami yang sudah ada di dalam tubuh ini mengikat air dalam volume besar layaknya spons.
Asam hialuronat merupakan humektan yang menarik dan menahan air sehingga kulit tampak lebih terhidrasi, halus, dan kenyal.
Kadar alami senyawa ini juga akan merosot seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Penurunan kadar asam hialuronat dapat mengakibatkan kulit menjadi lebih kusam, tipis, dan memperjelas garis keriput.
Efek dari pemakaian asam hialuronat umumnya terkesan lebih instan karena langsung menambah volume air pada lapisan luar.
Kulit wajah dapat terlihat lebih basah, segar, dan kenyal dalam waktu yang relatif singkat.
Kedua kandungan kosmetik ini tidak dapat saling menggantikan karena cara kerjanya yang bertolak belakang namun saling membutuhkan.
Kolagen bertindak sebagai fondasi utama di bagian dalam, sementara asam hialuronat memberikan kelembapan dari sisi luar.
>>> Kemensos Gandeng GoTo untuk Digitalisasi Data Penerima Bansos
Susutnya kadar kolagen menjadi aspek biologis paling utama yang mendorong penuaan. Di sisi lain, berkurangnya kadar asam hialuronat menjadi pemicu visual yang mempercepat tampak mulainya tanda penuaan.