Legenda sepak bola Thierry Henry menjagokan tim nasional Perancis sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026.
Turnamen tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 19 Juli mendatang.
>>> Chelsea Patok Harga Enzo Fernandez Rp2,8 Triliun
Mantan penyerang Arsenal yang pernah membawa Perancis menjuarai Piala Dunia 1998 ini menilai komposisi tim asuhan Didier Deschamps sangat mumpuni.
Henry menyampaikan pandangannya saat berbicara kepada Sports Illustrated.
"Saya melihat Prancis sebagai kandidat terkuat, sebagian karena saya orang Prancis, tetapi juga karena kami telah mencapai dua final terakhir," ujar Henry dikutip dari Give Me Sport.
Kedalaman Skuad Jadi Kunci
Kualitas pemain yang berada di bangku cadangan dianggap menjadi pembeda utama bagi Les Bleus.
Henry menegaskan bahwa rotasi pemain yang kompetitif memegang peranan krusial dalam turnamen yang panjang dan melelahkan.
"Di bangku cadangan. Kedengarannya sederhana, tetapi kedalaman skuad sangat penting," kata Henry.
Mantan pemain Juventus tersebut juga menambahkan bahwa kualitas pemain pengganti yang setara dengan sebelas pemain utama merupakan keuntungan besar.
Hal ini terutama setelah kompetisi domestik yang intens.
"Jika pemain pengganti Anda setara dengan sebelas pemain inti, itu merupakan keuntungan besar, terutama dalam turnamen panjang seperti ini setelah musim yang intens," jelasnya.
Persaingan di Grup dan Kandidat Lain
Selain tim-tim besar, Henry memberikan perhatian khusus pada konstelasi persaingan di fase grup. Perancis berada dalam grup yang sama dengan Senegal dan Norwegia.
"Spanyol, Argentina, Portugal, dan Inggris juga merupakan kandidat yang menjanjikan. Kejutan seperti Norwegia atau Senegal mungkin saja terjadi," ucap Henry.
>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Kamboja di Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF
Secara spesifik, Henry mengingatkan timnas Perancis untuk tidak meremehkan kekuatan Senegal. Negara Afrika tersebut dinilai berkembang pesat sejak performa impresif mereka di Piala Dunia 2002.
"Senegal selalu menjadi negara dengan pemain-pemain istimewa, mereka hanya belum mampu meraih kemenangan di AFCON," kata Henry.