Pertandingan besar fase grup Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Brasil dengan Maroko dalam laga Grup C di Stadion MetLife, New Jersey.
Laga ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026, pukul 05.00 WIB.
>>> Badan Gizi Nasional Bantah Hoaks Alokasi Dana Makan Bergizi Gratis
Brasil bertekad mengakhiri masa penantian trofi juara dunia yang sudah berlangsung selama 24 tahun.
Sementara itu, Maroko mengusung misi menegaskan bahwa keberhasilan mereka menembus semifinal Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan.
Pada edisi kali ini, Brasil tidak menempati posisi sebagai tim unggulan teratas.
Pasukan yang dipimpin Carlo Ancelotti ini dinilai memiliki komposisi skuad yang paling tidak difavoritkan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Meski demikian, kekuatan Selecao tetap tidak bisa diremehkan.
Brasil masih memiliki nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Raphinha, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Matheus Cunha.
Neymar juga kembali dipanggil setelah sempat menepi lama, namun dipastikan belum bisa diturunkan karena masih memulihkan cedera betis.
Carlo Ancelotti kini menghadapi beban berat menyusul performa Brasil yang kurang konsisten selama kualifikasi.
Ditambah lagi, timnya didera badai cedera menjelang kompetisi.
"Kami tidak masalah jika ada keraguan terhadap tim ini.
Situasi seperti itu pernah terjadi sebelumnya dan Brasil tetap mampu meraih hasil besar," kata kiper Alisson Becker, dikutip dari BBC.
Di kubu lawan, Maroko menatap laga dengan kepercayaan diri tinggi sebagai jawara Afrika.
Skuad berjuluk Atlas Lions itu masih bertumpu pada performa Achraf Hakimi dan Brahim Diaz sebagai penggerak permainan.
Maroko juga dikenal memiliki rekam jejak sebagai penjegal tim-tim raksasa.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, mereka mengukir sejarah sebagai wakil Afrika dan Arab pertama yang melaju ke semifinal setelah menumbangkan Spanyol dan Portugal.
Namun, persiapan Maroko menuju Piala Dunia 2026 sempat terganggu.
Pelatih Walid Regragui memutuskan mundur tiga bulan sebelum kompetisi dimulai.
>>> Polda Metro Jaya Tetapkan Pembawa Bom Molotov di DPR Jadi Tersangka