"Pada eranya Shin Tae-yong euforia terhadap timnas makin tinggi. Bahkan tinggi banget.
Sampai-sampai yang saya bilang tadi, pas final Piala AFF, sekitar Senayan, di FX, Senayan City, dan Plaza Indonesia sudah banyak orang yang mau nonton timnas," tukas Irlan Alarancia.
Tempat-tempat hiburan dan pusat perbelanjaan di sekitar area Senayan dipenuhi oleh kelompok penonton muda baru yang antusias menyaksikan laga tim nasional.
"Orang nongkrong di kafe-kafe hanya mau nonton bola. Kita lihat anak-anak muda yang yang culture-culture lah gitu ya pada jadi dadakan jadi penonton timnas," lanjutnya.
>>> Gervane Kastaneer Perkuat Curacao di Piala Dunia 2026 Usai Lewati Cedera Mata
Perubahan positif dalam aspek kedisiplinan dan kemunculan talenta muda baru menjadi alasan kuat kembalinya ketertarikan Irlan terhadap tim nasional.
"Saya kembali suka lagi dengan Timnas Indonesia, ya pas era Shin Tae-yong.
Seperti tadi saya bilang, STY ini karakternya mampu membangun disiplin pemain, kebugaran pemain sama regenerasi pemain muda," tutur Irlan Alarancia.
Irlan menambahkan bahwa profil juru taktik yang didatangkan kali ini merupakan profil paling mewah sepanjang sejarah dirinya menjadi pendukung Persija.
"Und di era Shin Tae-yong, kita juga melihat pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho juga dikenal. Kemudian, mungkin kalau kita mau melihat kenapa Persija kontrak dia.
Wah ini, kalau yang saya selama jadi penonton atau pendukung Persija, baru kali ini pelatih yang dikontrak profilnya itu wah banget," lanjutnya.
Torehan prestasi sang pelatih baru dinilai jauh lebih mentereng jika dibandingkan dengan barisan mantan arsitek Macan Kemayoran terdahulu seperti Stefano Cugurra, Rahmad Darmawan, Thomas Doll, Mauricio Souza, hingga Carlos Pena.
"Kalau dulu misalnya kayak Teco, dia bawa juara Bali United juara. Terus kita pernah kontrak juga Rahmad Darmawan yang bawa Persipura juara, terus dikontrak sama Persebaya.
Persipura juara akhirnya dikontrak sama Persija. Kemudian Thomas Doll, Mauricio Souza, kemudian Carlos Pena.
Profilnya kita anggap biasa."
"Nah, sekarang ini baru. Profilnya menurut saya wah.
Ini wah banget gitu kan. Kenapa?
Pertama, di era Shin Tae-yong, Indonesia timnas seniornya bisa lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebelum dia diganti.
Kemudian Shin Tae-yong juga satu-satunya pelatih yang membawa Timnas Indonesia U-23 ke semifinal Piala Asia U-23 2024."
Keberhasilan mengalahkan Korea Selatan di babak perempat final Piala Asia U-23 menjadi portofolio kuat yang membuat suporter optimistis menghadapi target juara liga domestik musim depan.
"Di semifinal dia bahkan mengalahkan Korea Selatan. Berarti wah banget gitu kan.
Jadi baru sekali ini Persija mengontrak pelatih yang portofolio profilnya wah banget.
>>> Mark Zuckerberg Akui Kesalahan PHK Massal Karyawan Meta
Lagi-lagi saya bicara sebagai suporter, saya yakin banget tahun depan Persija bisa juara di tahun yang penting, yakni 500 tahun Jakarta atau lima abad," tutup Irlan Alarancia.