Sejumlah investor terkemuka yang telah lama mengumpulkan saham SpaceX berpotensi meraup keuntungan besar.
Hal ini seiring target valuasi perusahaan roket tersebut mencapai 1,8 triliun dolar AS dalam penawaran saham perdana (IPO).
>>> Ruben Onsu Respons Curhatan Betrand Peto: Saya Harus Ngobrol Dulu
SpaceX menetapkan harga penawaran perdana sebesar 135 dolar AS per saham. Nilai itu setara sekitar Rp 2,4 juta per lembar dengan asumsi kurs Rp 17.913.
Melalui aksi korporasi ini, SpaceX melepas 555,5 juta lembar saham. Perusahaan berhasil menghimpun dana segar mencapai 75 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.343,5 triliun.
Penerima Manfaat Terbesar
Pihak yang menjadi penerima manfaat terbesar dari lonjakan nilai ini mencakup pakar pemilihan saham veteran Ron Baron, Ark Invest milik Cathie Wood, serta raksasa reksa dana Fidelity Investments.
Selain itu, beberapa perusahaan modal ventura seperti Founders Fund, Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, hingga hedge fund seperti D1 Capital Partners dan Coatue Management turut bersiap memanen keuntungan.
Imbal hasil ini menjadi sangat signifikan bagi para investor yang memberikan dukungan sebelum keberhasilan perusahaan terlihat jelas.
Baron, misalnya, mulai berinvestasi pada 2017 lewat penawaran tender karyawan saat nilai perusahaan masih di bawah 22 miliar dolar AS, dan tercatat telah mengikuti 27 putaran pendanaan.
Pada akhir Maret, SpaceX menyumbang hingga 33 persen dari aset di Baron Partners Fund yang bernilai 10,4 miliar dolar AS.
Saham ini juga memenuhi 25,5 persen dari total aset Baron Asset Fund.
Dana ventura Ark Invest juga memetik keuntungan besar.
Perusahaan ini menyumbang 11,4 persen dari total aset bersih dana kelolaan per 31 Maret, sekaligus menempatkannya sebagai kepemilikan saham terbesar dalam portofolio mereka.
Ark Invest menilai entitas bisnis ini tidak sekadar berperan sebagai penyedia layanan peluncuran. Integrasi teknologi dinilai menjadi nilai tambah utama bagi masa depan industri luar angkasa.
"Melalui Starship, Starlink, dan akuisisi xAI, kami percaya SpaceX sedang membangun infrastruktur AI yang terintegrasi secara vertikal untuk ekonomi luar angkasa yang jauh lebih besar," ungkap perusahaan tersebut.
