⌂ Beranda News MPR RI: Situs Batujaya Bukti Nyata Toleransi Luhur Bangsa

MPR RI: Situs Batujaya Bukti Nyata Toleransi Luhur Bangsa

MPR RI: Situs Batujaya Bukti Nyata Toleransi Luhur Bangsa
Situs Batujaya di Karawang, Jawa Barat
A A Ukuran Teks16px

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Situs Batujaya di Karawang, Jawa Barat, menjadi bukti autentik Indonesia memiliki peradaban bernilai luhur sejak berabad-abad lalu.

Pernyataan itu disampaikan dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI di kawasan situs tersebut, Jumat (12/6/2026) sore.

>>> Timnas Indonesia U-19 Perebutkan Juara Tiga Piala AFF Hadapi Kamboja

"Batujaya bukan sekadar situs, dia adalah saksi bagaimana masyarakat hidup berdampingan pada masa lalu, berdampingan dalam keberagaman," ujar Lestari.

Kompleks percandian Buddha di Batujaya berasal dari abad ke-5, sehingga berusia jauh lebih tua daripada Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8.

Pada masa yang sama, kerajaan Hindu juga mulai tumbuh dan kedua pemeluk agama tersebut dapat hidup berdampingan secara harmonis.

"Di sinilah sebetulnya ada sebuah pembelajaran bahwa nilai toleransi itu sudah hidup dan berakar sejak berabad-abad lalu di Nusantara," ungkap Lestari.

Politisi yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi X DPR RI ini menambahkan bahwa empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—tidak lahir dari ruang hampa melainkan dari proses sejarah yang panjang.

"Empat Pilar Kebangsaan itu hadir dari perjalanan panjang bangsa ini. Berbagai pikiran besar bertemu, yang kemudian membentuk kita menjadi satu bangsa.

Peninggalan bersejarah di Batujaya adalah bagian penting dari perjalanan sejarah itu," tegas Lestari.

>>> Rajiv Minta Pengurus NasDem Bandung Barat Tinggalkan Konflik Internal

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut, pemahaman sejarah dan budaya yang kuat sangat penting agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah atau mudah tercerabut dari akarnya di tengah tantangan zaman.

Dalam kesempatan yang sama, apresiasi tinggi diberikan kepada para mahasiswa arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) yang sedang melaksanakan kuliah lapangan dan praktik ekskavasi di Batujaya.

"Apa yang dilakukan anak-anak semua adalah sebuah kerja kebangsaan.

Sebuah pekerjaan yang menggali kembali masa lalu, bukan hanya sebagai barang yang kemudian ditampakkan, tapi banyak nilai yang terkandung di dalamnya," ujar Lestari.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru