DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah bagi 17 cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Provinsi ini mengandalkan fasilitas olahraga kelas dunia yang dimilikinya untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.
>>> Resmi! John Stones Gabung Inter Milan dengan Status Bebas Transfer
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyatakan bahwa Jakarta tidak hanya menyediakan arena pertandingan, tetapi juga infrastruktur dan sistem transportasi terintegrasi.
Anggaran sebesar Rp 166 miliar telah disiapkan untuk menyempurnakan berbagai venue agar memenuhi standar nasional.
Keputusan Menteri Nomor 129 Tahun 2024 memungkinkan Jakarta menyelenggarakan PON secara efektif meskipun ada tantangan pembiayaan.
Dengan pengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional, Jakarta dinilai memiliki prasyarat untuk kesuksesan PON 2028.
Modal Fasilitas Olahraga Lengkap
Jakarta memiliki modal besar berupa jaringan fasilitas olahraga yang lengkap.
Terdapat sekitar 36 venue milik pemerintah pusat dan 220 fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ditambah berbagai venue swasta.
>>> Euforia Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Terasa di Indonesia
Keunggulan ini diperkuat oleh sistem transportasi publik yang terhubung, seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan TransJakarta, yang diharapkan membuat mobilitas atlet, ofisial, dan penonton menjadi lebih efisien.
Pengalaman sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018 menjadi bukti kemampuan Jakarta dalam menyelenggarakan olahraga berkelas internasional dengan akses transportasi yang cepat.
Andri Yansyah optimistis penyelenggaraan PON di Jakarta akan memberikan efek berganda bagi perekonomian, mencontohkan Jakarta International Marathon (JAKIM) yang menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp 694,3 miliar dalam dua hari.
Ia memprediksi PON yang berlangsung sekitar dua pekan akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.
Sebanyak 17 cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan di Jakarta meliputi akuatik, anggar, senam, menembak, balap sepeda, berkuda, bisbol, tenis, squash, gulat, ice skating, skateboard atau sepatu roda, boling, dayung, korfball, teqball, dan rugbi.
Pertandingan akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada seperti kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta International Equestrian Park, Velodrome Rawamangun, GOR Bulungan, Gelanggang Olahraga Ciracas, Stadion Atletik Rawamangun, hingga Danau Cincin.
>>> Gennaro Gattuso Murka ke Pemain Lazio, Kenneth Taylor, dalam Latihan Pramusim
Meskipun sebagian besar venue telah memenuhi standar, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan anggaran Rp166 miliar untuk penyempurnaan, termasuk pengecatan, peningkatan pencahayaan, pembaruan lintasan, dan renovasi fasilitas pendukung.
