Apple berhasil mencetak rekor penjualan iPhone pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026.
Meskipun demikian, perusahaan menghadapi tantangan pasokan chip yang mulai menghambat kemampuan mereka dalam memenuhi tingginya permintaan perangkat.
>>> UEFA Boikot FIFA, Warganet Serukan Piala Dunia Bukan untuk Dijual
Pendapatan perusahaan mencapai USD 109,4 miliar atau sekitar Rp1.969 triliun, menandai kenaikan 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba per saham terdilusi juga mengalami peningkatan sebesar 29% menjadi USD 2,02.
Penjualan iPhone dan Mac Melonjak
Penjualan iPhone tercatat meningkat 21,7% secara tahunan, mencapai USD 54,25 miliar atau sekitar Rp976,5 triliun.
Angka ini merupakan pendapatan iPhone tertinggi yang pernah dicatat Apple untuk kuartal Juni.
Penjualan Mac ikut mengalami lonjakan signifikan sebesar 28,7%, menghasilkan USD 10,35 miliar atau sekitar Rp186,3 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan MacBook Neo dan MacBook Pro, meskipun harga kedua produk tersebut telah mengalami kenaikan.
Apple juga melaporkan pertumbuhan pendapatan dua digit dari lini bisnis layanan. Basis perangkat aktifnya mencapai rekor baru di seluruh kategori produk utama dan wilayah pemasaran.
Namun, tidak semua lini produk mencatat hasil positif.
Penjualan iPad mengalami penurunan 5,9% menjadi USD 6,19 miliar, sementara pendapatan layanan sebesar USD 30,74 miliar berada di bawah perkiraan analis.
Apple Kesulitan Mendapatkan Chip
Di balik kinerja finansial yang kuat, Apple menghadapi persoalan pasokan komponen krusial. CEO Apple Tim Cook menyatakan bahwa keterbatasan kapasitas manufaktur chip canggih menjadi kendala utama.
>>> KOI Buka Beasiswa Internasional untuk Atlet Muda
Masalah ini paling terasa pada lini Mac yang menggunakan Apple Silicon. Permintaan produk yang lebih tinggi dari perkiraan sulit dipenuhi akibat fleksibilitas rantai pasokan yang semakin terbatas.
Apple kini sedang mengevaluasi berbagai opsi, termasuk kemungkinan menggunakan pemasok komponen alternatif. Perusahaan juga harus menghadapi kelangkaan memori dan keterbatasan kapasitas produksi prosesor canggih.
