⌂ Beranda News Tanda Hubungan Pertemanan Harus Diakhiri Menurut Psikolog

Tanda Hubungan Pertemanan Harus Diakhiri Menurut Psikolog

Tanda Hubungan Pertemanan Harus Diakhiri Menurut Psikolog
Ilustrasi dua orang teman yang sedang menjauh
A A Ukuran Teks16px

Hubungan persahabatan memang berharga, tetapi tidak semua pertemanan bertahan selamanya. Pergeseran prioritas, nilai hidup, atau perilaku bisa menjadi alasan untuk mengakhirinya.

Keputusan menyudahi pertemanan memang tidak mudah. Namun, para ahli menilai ada indikasi khusus yang menunjukkan bahwa membatasi jarak adalah pilihan terbaik.

>>> ICANN87 Resmi Pindah dari Oman ke Bali Akibat Konflik Timur Tengah

Tanda-Tanda Pertemanan Tidak Sehat

Psikolog berlisensi asal California, Pauline Yeghnazar Peck, menjelaskan bahwa pemicu retaknya persahabatan sangat bervariasi. Mulai dari fase perkembangan hidup yang normal hingga hubungan yang toxic.

Indikasi paling kentara adalah dampak psikologis setelah berinteraksi. Seseorang akan merasa lelah secara emosional, bukan mendapat dukungan atau kebahagiaan.

Perasaan cemas, sedih, kecewa, atau kesal secara konsisten setelah bertemu teman menjadi sinyal kuat. Rasa enggan saat hendak membuat janji temu juga menandakan hubungan tidak lagi positif.

“Jika menghabiskan waktu atau berkomunikasi dengan seseorang secara konsisten membuat kamu merasa lelah, rendah diri, cemas, kesal, atau sedih, itu bisa menjadi tanda bahwa persahabatan tersebut perlu diakhiri,” kata Chaudhary, seperti disadur Seventeen.

Ketidakseimbangan dan Sikap Menyakitkan

Hubungan sosial yang sehat berjalan dua arah dengan saling memberi dan menerima. Ketidakseimbangan terjadi ketika hanya satu pihak yang terus berjuang, sementara pihak lain memanfaatkan situasi.

>>> Polres Kepulauan Meranti Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan di Pesisir

Ketimpangan terlihat saat seseorang selalu hadir di masa sulit temannya, tetapi diabaikan saat membutuhkan dukungan. Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu frustrasi dan merusak kesehatan emosional.

Masalah semakin pelik jika perilaku menyakitkan terus berulang meski sudah dibicarakan. Menurut Peck, tanda bahaya meliputi kebiasaan bergosip, sikap posesif, persaingan tidak sehat, hingga komentar merendahkan.

Perubahan Fase Kehidupan

Hubungan pertemanan tidak selalu berakhir karena konflik. Beberapa persahabatan menyusut secara alami akibat perubahan situasi hidup masing-masing individu.

Aktivitas seperti pindah kota, merintis karier, melanjutkan studi, atau perbedaan prioritas membuat intensitas komunikasi berkurang. Kedekatan yang semula erat lambat laun memudar dengan sendirinya.

>>> Danantara Dorong Efisiensi BUMN Tanpa PHK, Targetkan Perampingan Struktur

“Sebagian persahabatan memang berjalan sesuai siklusnya dan kemudian berakhir dengan sendirinya,” pungkas dia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru