Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto menyatakan dukungannya terhadap langkah Danantara dalam merampingkan jumlah entitas BUMN.
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari transformasi besar perusahaan negara.
>>> Steve Clarke Minta Skotlandia Tak Bergantung pada Scott McTominay
Firnando menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 1.000 entitas BUMN, termasuk anak dan cucu usaha. Jumlah tersebut dinilai menimbulkan inefisiensi operasional yang signifikan.
Target Perampingan dan Efisiensi
Danantara menargetkan penyederhanaan struktur korporasi menjadi sekitar 200 perusahaan yang lebih terintegrasi. Langkah ini didasarkan pada temuan potensi inefisiensi yang diperkirakan mencapai Rp 50 triliun per tahun.
Menurut Firnando, banyak anak usaha dan cucu usaha yang tidak lagi relevan atau tidak memberikan kontribusi optimal terhadap bisnis inti.
Oleh karena itu, perampingan ini diperlukan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan fokus usaha.
"Sejak awal kami mendukung langkah Danantara karena tujuannya sangat jelas, yaitu membuat BUMN lebih efektif dan efisien," ujar Firnando dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).
>>> Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Tiga Piala AFF U-19 2026
Tanpa PHK
Firnando mengapresiasi komitmen Danantara yang memastikan proses streamlining tidak dilakukan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini menjadi perhatian utama DPR sejak awal pembahasan program transformasi BUMN.
Manajemen Danantara telah menyampaikan kepada Komisi VI DPR RI bahwa konsolidasi dilakukan melalui penyederhanaan struktur perusahaan dan penguatan sinergi bisnis.
Efisiensi dapat tercapai tanpa mengorbankan tenaga kerja.
Firnando menilai program streamlining merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global.
Kebijakan ini juga akan mengelompokkan perusahaan berdasarkan sektor dan fungsi agar tidak terjadi tumpang tindih usaha.
>>> KAI Catat Lonjakan Penumpang Koridor Jakarta-Bandung Capai 44,05 Juta
"Ini bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam waktu singkat, tetapi saya melihat strategi yang dijalankan Danantara sudah berada di jalur yang tepat," tutup Firnando.