Indonesia juga dipandang konsisten dalam menjunjung tinggi hukum internasional sekaligus mendukung penyelesaian konflik lewat jalur diplomatik yang damai.
>>> Investor SpaceX Raup Untung Besar Usai Target Valuasi IPO Tembus Rp 1.343 Triliun
"Dalam setiap penyelesaian konflik, Indonesia akan selalu mendukung opsi-opsi perdamaian melalui dialog dan diplomasi, karena perdamaian yang ideal adalah perdamaian yang menghormati kedaulatan para pihak, menciptakan stabilitas kawasan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dunia," katanya.
Di sisi lain, sikap optimis ini tetap dibarengi dengan kewaspadaan untuk terus mencermati perkembangan ke depan.
Ada catatan historis yang menunjukkan bahwa pihak AS kerap mangkir dari resolusi damai.
"Sudah menjadi rahasia umum bahwa Amerika Serikat sering kali mangkir dari resolusi damai, misalnya seperti langkah Amerika yang memveto resolusi damai Dewan Keamanan PBB yang terkait dengan konflik di Palestina dan Timur Tengah," ujarnya.
Sikap bersiap juga harus diambil oleh Indonesia untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi.
Antisipasi perlu disiapkan seandainya rencana perdamaian tersebut pada akhirnya batal terwujud.
"Sehingga, kita harus tetap bersiap atas segala kemungkinan apabila perdamaian ini batal tercapai," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa usulan memorandum kesepahaman antara Iran dan AS akan mengakhiri konflik di semua front secara resmi, termasuk di Lebanon.
Kesepakatan ini sekaligus mendasari negosiasi terkait pencabutan sanksi, program nuklir, dan keamanan regional.
Dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara bersama stasiun televisi pemerintah IRIB, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026).
"Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon," katanya.
Usulan memorandum itu memuat komitmen bersama untuk tidak memulai perang, tidak mengancam dengan kekerasan, serta tidak mencampuri urusan internal negara lain.
Kerja sama ini juga didasarkan pada komitmen untuk saling menghormati kedaulatan masing-masing.
>>> Ruben Onsu Respons Curhatan Betrand Peto: Saya Harus Ngobrol Dulu
"Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menghormati kedaulatan Republik Islam Iran," kata Araghchi.