Pemerintah China memperingatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran bahwa penggunaan kekuatan militer dalam konflik Timur Tengah tidak akan menyelesaikan masalah.
Penegasan ini disampaikan di Beijing pada Selasa (9/6/2026).
>>> Pengangguran Muda Masih Tinggi Meski Pasar Kerja Membaik
Situasi memanas setelah Israel mengabaikan permintaan Presiden AS Donald Trump untuk tidak membalas serangan rudal Teheran pada Minggu (7/6) malam.
Pasukan Israel tetap melancarkan serangan balasan ke sistem pertahanan udara dan pabrik petrokimia Iran pada Senin (8/6) pagi.
Iran kemudian membalas dengan menggempur fasilitas serupa di Haifa dan menargetkan dua pangkalan udara Israel.
Meskipun banyak rudal dicegat di langit Tepi Barat, tidak ada laporan korban jiwa dari kedua belah pihak hingga aksi saling serang dihentikan.
Seruan China untuk Menahan Diri
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Menurutnya, ketegangan tersebut memberikan dampak buruk yang besar bagi negara-negara di kawasan Teluk.
"Fakta telah membuktikan bahwa cara-cara militer tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun dan penggunaan kekuatan secara sewenang-wenang hanya akan memperumit masalah," kata Lin Jian.
>>> Kevin De Bruyne Nyatakan Siap Bela Belgia di Piala Dunia 2026
Pernyataan tersebut dilontarkan Lin untuk merespons laporan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon.
Sebelumnya, AS telah memberikan tekanan kepada Tel Aviv agar tidak meluncurkan serangan militer ke wilayah tersebut.
"Negosiasi Iran-AS saat ini berada pada tahap krusial. Tidak ada pihak yang boleh menyulut kembali konflik militer," tegas Lin Jian.
Lin juga menuntut penghormatan penuh terhadap kedaulatan, keamanan, serta integritas teritorial negara-negara di Timur Tengah.
Beijing mendesak semua pihak untuk segera menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
"China menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tetap tenang, menahan diri, menghentikan tindakan konfrontatif apa pun yang dapat meningkatkan konflik, mengambil tindakan nyata untuk meredakan situasi, menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara politik dan diplomatik, dan berupaya untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng sesegera mungkin," ucap Lin Jian.
Ketegangan terbaru dipicu oleh pengeboman mematikan yang dilakukan militer Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, pada Minggu (7/6).
>>> BPJS Kesehatan: Penyesuaian Iuran Perlu Dipertimbangkan dalam Perpres Baru
Iran merespons serangan itu dengan menembakkan rudal ke Israel utara karena kesepakatan damai dengan AS bergantung pada penghentian pertempuran di Lebanon.