Timnas Australia akan memulai perjuangan di Grup D Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Turkiye.
Pertandingan digelar di Vancouver Stadium, Kanada, pada Sabtu (13/6/2026) atau Minggu (14/6/2026) pukul 11.00 WIB.
>>> UIN Malang Buka Pendaftaran Jalur Mandiri S1 2026/2027, Tiga Skema Tersedia
Laga ini menjadi ujian awal bagi skuad Socceroos yang ingin mengulang sukses edisi 2022 saat mencapai babak 16 besar.
Namun, persaingan di Grup D diprediksi ketat karena ada Amerika Serikat dan Paraguay.
Pandangan Robbie Gaspar
Mantan pemain asing di Liga Indonesia, Robbie Gaspar, memberikan pandangannya. Ia menilai Turkiye adalah tim yang sangat bagus, tetapi Australia punya peluang untuk hasil positif.
Gaspar menyebut kehadiran pelatih Tony Popovic membawa dampak positif. Persiapan tim dinilai luar biasa dengan organisasi permainan yang baik.
Ia juga menilai rangkaian pertandingan sebelum turnamen menjadi modal berharga. Meski begitu, laga pembuka diprediksi berjalan ketat.
Hasil imbang 1-1 dinilai realistis melihat kekuatan kedua tim. "Australia masih punya peluang.
Saya tidak tahu apakah mereka bisa menang, tetapi prediksi saya pertandingan mungkin akan berakhir imbang 1-1," kata Gaspar.
Namun, sektor lini serang menjadi catatan karena masih kekurangan pemain berpengalaman.
>>> Koalisi Jaksa AS Selidiki OpenAI Terkait Data Pengguna dan Keamanan AI
"Mungkin masih ada beberapa area yang relatif lemah atau kurang memiliki pemain berpengalaman, terutama di lini depan," ujarnya.
Sebaliknya, sektor pertahanan dan lini tengah sudah diisi pilar-pilar matang. "Di sektor pertahanan dan lini tengah, Australia memiliki pemain-pemain yang bagus dan berpengalaman.
Sementara itu, untuk lini serang, banyak pemain yang masih berusia muda," imbuh Gaspar.
Gaspar berharap Australia bisa meraih hasil baik dan lolos ke babak 32 besar. Persaingan Grup D semakin sengit setelah Amerika Serikat menang 4-1 atas Paraguay.
"Bagi Australia, tampil di Piala Dunia tentu tidak mudah. Mereka berada di grup yang sangat ketat karena diisi empat tim yang bagus," ujar Gaspar.
Perubahan format menjadi 48 peserta memperbesar peluang tim di posisi ketiga untuk lolos.
"Ada kesempatan untuk lolos ke babak 32 besar, termasuk bagi tim yang finis di posisi ketiga grup," katanya.
>>> Julian Nagelsmann Pilih Manuel Neuer Jadi Starter Lawan Curacao
Faktor nonteknis juga ikut menentukan. "Namun, Australia juga membutuhkan sedikit keberuntungan," pungkasnya.