⌂ Beranda News Pemilik Motor Listrik SLA Perlu Periksa Tegangan Baterai Berkala

Pemilik Motor Listrik SLA Perlu Periksa Tegangan Baterai Berkala

Pemilik Motor Listrik SLA Perlu Periksa Tegangan Baterai Berkala
Pemeriksaan tegangan baterai SLA motor listrik
A A Ukuran Teks16px

Pemilik sepeda motor dan sepeda listrik dengan baterai tipe Sealed Lead Acid (SLA) perlu melakukan pemeriksaan tegangan secara berkala.

Langkah ini penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal.

>>> Onic Tantang Bigetron Vitality di Grand Final MPL ID S17, Perebutkan Rp5 Miliar

Baterai SLA memiliki karakteristik berbeda dengan baterai lithium. Jenis ini belum dilengkapi sistem penyeimbang otomatis atau balancer yang berfungsi menyamakan daya antarbaterai.

Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, menjelaskan bahwa ketidakseimbangan tegangan dapat terjadi seiring pemakaian. Kondisi ini memicu penurunan performa meskipun sebagian baterai masih normal.

“Kalau di sepeda listrik sama motor listrik yang model SLA, biasanya per tujuh bulan sekali harus dicek voltasenya,” kata Alfian.

Penurunan kualitas baterai SLA ditandai dengan variasi nilai tegangan pada masing-masing unit. Ketimpangan ini menjadi indikasi daya simpan energi mulai melemah.

“Kadang baterai SLA itu karena tidak ada balancernya, tegangannya jadi beda-beda. Ada yang masih 12 volt, ada yang di bawah 11 volt, bahkan ada yang sekitar 10 volt.

Nah, itu sudah mulai masuk kategori mau drop,” ucap Alfian.

>>> Nova Arianto Puji Performa Kiper Dafa Al Gasemi Usai ASEAN U19 Championship 2026

Proses penyetaraan tegangan atau balancing wajib dilakukan di bengkel jika ditemukan perbedaan voltase signifikan. Namun, pemilik yang memiliki multimeter dapat melakukan diagnosis awal sendiri di rumah.

“Kalau di rumah punya alat sendiri bisa dicek sendiri. Tapi kalau tidak punya alat, bisa dibawa ke bengkel,” kata Alfian.

Gejala penurunan fungsi baterai juga bisa dirasakan saat berkendara. Salah satu tanda paling mencolok adalah berkurangnya kecepatan maksimum meskipun indikator daya menunjukkan penuh.

“Misalnya biasanya bisa lari sampai 35 km per jam, baterainya penuh tapi sekarang cuma bisa 30 km per jam atau bahkan 25 km per jam.

Itu tanda-tanda baterainya mulai drop,” ucap Alfian.

>>> Manchester United Pimpin Perburuan Mateus Fernandes dari West Ham

Pemilik kendaraan listrik dengan baterai SLA disarankan memeriksa tegangan secara rutin setiap tujuh bulan. Langkah ini demi menjaga performa kendaraan tetap optimal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru