⌂ Beranda News TikToker yang Rekam Warga Diam-diam dengan Kacamata Meta Dilaporkan ke Polisi

TikToker yang Rekam Warga Diam-diam dengan Kacamata Meta Dilaporkan ke Polisi

TikToker yang Rekam Warga Diam-diam dengan Kacamata Meta Dilaporkan ke Polisi
Ilustrasi: TikToker yang Rekam Warga Diam-diam dengan Kacamata Meta Dilaporkan ke Polisi
A A Ukuran Teks16px

Seorang TikToker yang menggunakan kacamata pintar Meta untuk merekam diam-diam warga saat berkeliling Skotlandia sedang diselidiki kepolisian.

Video yang diunggah Scott Margerison, pria asal Inggris berusia 42 tahun, menampilkan dirinya melontarkan kata kasar dan komentar seksual kepada orang asing.

>>> Piala AFF 2026: Susunan Pemain Indonesia vs Vietnam

Kepolisian Skotlandia tengah meninjau rekaman tersebut.

Margerison, yang aktif di TikTok dengan nama samaran E Dobbin, sering mendatangi orang asing dan memulai percakapan aneh.

Akhir Juni, ia mengelilingi Skotlandia menggunakan mobil. Dalam salah satu video, ia melontarkan komentar seksual tentang penampilan dua remaja saat memasuki kapal feri.

Ia kemudian mengenakan kacamata Meta miliknya yang dilengkapi kamera kecil, keluar dari mobil van, dan mengajak kedua gadis remaja itu beserta orang tua mereka berbicara, tampaknya tanpa sepengetahuan mereka bahwa mereka sedang direkam.

Salah satu insiden paling meresahkan terjadi di Skye, di mana ia mengatakan kepada seorang pemilik toko beragama Sikh berdarah India bahwa ada keberagaman yang 'dipaksakan' di Eropa.

Perempuan yang tinggal di Skye selama 20 tahun itu mengatakan pertemuannya dengan Margerison terasa mengintimidasi.

Ia menangis saat diberi tahu bahwa video yang direkam diam-diam itu dipublikasikan di TikTok.

Legal atau Ilegal?

Legal atau tidaknya merekam diam-diam menggunakan kacamata Meta tergantung situasi. Perekaman bisa ilegal jika memenuhi unsur pelecehan, penguntitan, atau menimbulkan ketakutan.

Seseorang yang direkam juga punya dasar mengajukan gugatan perdata apabila rekaman diambil dalam situasi di mana mereka memiliki ekspektasi privasi, contohnya di ruang ganti.

Jika orang yang merekam materi melakukannya sebagai bagian kegiatan komersial, UU perlindungan data dapat berlaku.

>>> Hasil Piala AFF 2026: Kamboja Taklukkan Timor Leste 3-0

'Kami mengetahui video-video yang diunggah di internet dan saat ini mengkaji konten tersebut,' ujar jubir kepolisian setempat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM