⌂ Beranda News Teknologi PHEV Ubah Cara Pandang Konsumen Pilih Kendaraan Efisien

Teknologi PHEV Ubah Cara Pandang Konsumen Pilih Kendaraan Efisien

Teknologi PHEV Ubah Cara Pandang Konsumen Pilih Kendaraan Efisien
Ilustrasi mobil PHEV dengan colokan listrik
A A Ukuran Teks16px

Fluktuasi harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik memengaruhi biaya mobilitas masyarakat. Penyesuaian harga BBM non-subsidi membuat efisiensi kendaraan menjadi pertimbangan penting dalam pengeluaran keluarga.

Cara pandang konsumen dalam memilih kendaraan mulai bergeser. Jika sebelumnya desain dan performa menjadi prioritas, kini biaya penggunaan jangka panjang lebih diperhatikan.

>>> Australia Ungguli Turki 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dinilai semakin relevan. PHEV memadukan motor listrik dan mesin bensin untuk memberikan efisiensi tinggi pada aktivitas harian.

Berbeda dengan hybrid konvensional, PHEV memiliki baterai lebih besar yang dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal.

Kapasitas baterai ini memungkinkan mobil berjalan dalam mode listrik untuk sebagian besar penggunaan di dalam kota.

Mesin bensin akan bekerja otomatis saat baterai berkurang atau kendaraan membutuhkan tenaga tambahan. Hal ini membuat pengemudi tidak khawatir terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya saat perjalanan jauh.

Mayoritas mobilitas harian masyarakat Indonesia di bawah 30 km, bahkan sebagian besar di bawah 60 km per hari.

Artinya, banyak kebutuhan transportasi dapat dipenuhi hanya dengan tenaga listrik.

Dari sisi biaya energi, penggunaan listrik lebih efisien dibandingkan bensin.

Dengan harga BBM non-subsidi sekitar Rp16.250 per liter, kendaraan bensin memiliki estimasi biaya energi Rp33.750 hingga Rp68.750 per hari.

>>> Motor Bebek Lawas Berharga Belasan Juta Rupiah Meriahkan BBQ Ride Bandung

Nilai tersebut setara dengan Rp843.750 hingga Rp1,7 juta per bulan untuk 25 hari penggunaan.

Sementara itu, kendaraan PHEV menghasilkan estimasi biaya energi Rp21.000 hingga Rp43.169 per hari, atau sekitar Rp525.000 hingga Rp1,07 juta per bulan.

Penerapan Teknologi pada Lepas L8

Sistem pada kendaraan PHEV bekerja otomatis membaca kondisi berkendara, mulai dari sisa daya baterai hingga kebutuhan tenaga.

Pendekatan ini dihadirkan Lepas L8 melalui teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle generasi terbaru.

Lepas L8 dirancang untuk berkendara dalam mode listrik hingga lebih dari 100 km. Jarak ini mencakup sebagian besar kebutuhan mobilitas harian masyarakat urban tanpa mengaktifkan mesin bensin.

Saat perjalanan lebih jauh, sistem mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin secara cerdas.

Berdasarkan pengujian internal, Lepas L8 mampu menempuh total jarak hingga lebih dari 1.300 km dalam kondisi baterai dan bahan bakar terisi penuh.

Jarak tersebut dapat diilustrasikan untuk perjalanan Jakarta–Bali, atau Jakarta–Yogyakarta pulang-pergi tanpa pengisian energi ulang.

>>> Wamenko Hanif Ajak Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Susu untuk Generasi Emas

Selain itu, mobil ini juga membawa fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang berfungsi sebagai sumber daya portabel.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru