Mobil yang jarang digunakan karena pemiliknya mengurangi mobilitas untuk menekan pengeluaran pasca kenaikan harga BBM berisiko mengalami kerusakan pada sejumlah komponen.
Masalah yang muncul meliputi gangguan pada sistem kelistrikan hingga saluran bahan bakar.
>>> Australia dan AS Raih Kemenangan di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kerusakan pada Aki dan Ban
Pemilik bengkel Iwan Motor Honda Auto Clinic Solo, Iwan, menjelaskan bahwa minimnya penggunaan mobil secara harian memicu penurunan performa komponen vital.
"Seperti accu atau aki sering tekor karena sel-sel aki jarang terisi penuh, sehingga sel akan cepat rusak.
Kemudian ban sering kempes dan keras, ini biasanya karet ban jadi keras dan hilang kelenturan serta daya cengkeramnya," ujar Iwan.
Penurunan kualitas ban dapat membahayakan keselamatan karena memicu hilangnya stabilitas dalam kecepatan tinggi, memperbesar potensi pecah ban, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
>>> Bina Marga Jakarta Selatan Jelaskan Markah Batas Wilayah Depok di Lenteng Agung
Korosi dan Masalah Lainnya
Korosi pada material logam juga menjadi ancaman serius ketika kendaraan dibiarkan tidak bergerak dalam jangka waktu lama.
"Komponen yang berbahan logam seperti piringan rem dan kaliper bisa berkarat. Selain itu, oli mesin akan mengendap karena jarang bersirkulasi secara maksimal," kata Iwan.
Dampak negatif lain menimpa bagian berbahan karet seperti bilah wiper dan seal mesin yang dapat mengeras hingga memicu kebocoran.
>>> AC Milan Incar Ruben Amorim Gantikan Allegri
Bahan bakar di dalam tangki juga berisiko mengendap dan menyumbat saluran pembakaran.