Anthropic secara mendadak menghentikan akses ke dua model AI terbarunya, Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5.
Keputusan ini diambil kurang dari sepekan setelah peluncuran resmi kedua model tersebut.
>>> Cristiano Ronaldo Bidik Juara Piala Dunia 2026 Bersama Portugal
Langkah ini menyusul arahan resmi dari pemerintah Amerika Serikat yang mewajibkan penghentian akses karena alasan keamanan nasional.
Awalnya, pembatasan hanya ditujukan bagi warga negara asing, termasuk staf internal Anthropic yang bukan warga AS.
Namun, kendala teknis dalam menerapkan filter geografis memaksa Anthropic mematikan seluruh akses secara global.
"Untuk mematuhi perintah pemerintah, kami harus segera menonaktifkan akses Fable 5 dan Mythos 5 bagi semua pelanggan," tulis Anthropic dalam pernyataan resmi.
Dampak pada Model AI Lainnya
Perusahaan memastikan bahwa model AI lain dalam ekosistem Claude tidak terdampak. Fable 5 dan Mythos 5 sendiri baru diluncurkan pada 9 Juni 2026 sebagai model paling mutakhir.
Mythos 5 dirancang untuk organisasi di sektor keamanan siber, infrastruktur kritis, dan lembaga pemerintah.
Sementara Fable 5 merupakan versi publik dengan sistem pengamanan lebih ketat, terutama di bidang biologi dan keamanan siber.
>>> Mobil Jarang Digunakan Berisiko Alami Kerusakan Komponen Mesin
Sistem pengamanan Fable 5 sempat memicu keluhan peneliti karena sering menolak perintah aman. Pemerintah AS menduga ada celah teknis yang berpotensi dimanfaatkan untuk jailbreak.
Anthropic menyatakan telah memeriksa metode yang dilaporkan pemerintah dan menilai temuan itu hanya kerentanan perangkat lunak sederhana.
Kemampuan model ini disebut setara dengan teknologi kompetitor, termasuk GPT-5.5 milik OpenAI.
"Kami tidak setuju bahwa temuan jailbreak yang sempit dan terbatas harus menjadi alasan untuk menarik model komersial yang digunakan ratusan juta orang," kata Anthropic.
Sebelum diluncurkan, Fable 5 telah melewati pengujian ribuan jam bersama pemerintah AS dan Lembaga Keamanan AI Inggris (AISI).
Perusahaan saat ini mematuhi regulasi sembari mencari solusi teknis bersama otoritas terkait.
>>> Australia dan AS Raih Kemenangan di Laga Perdana Piala Dunia 2026
"Kami percaya ini adalah sebuah kesalahpahaman dan sedang bekerja untuk memulihkan akses sesegera mungkin," tulis Anthropic.