Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan kesepakatan damai di Timur Tengah akan ditandatangani pada hari Minggu.
Pernyataan Trump tersebut dikritik oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai upaya memaksakan agenda.
>>> Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Berkat Lonjakan Saham SpaceX
Kunjungan delegasi dari Qatar ke Teheran dilaporkan sebagai bagian dari upaya mediasi untuk mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Utusan khusus dari penasihat menteri luar negeri Qatar tersebut dikonfirmasi oleh kantor berita ISNA Iran.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa kedatangan utusan Qatar bertujuan meninjau dinamika terbaru terkait jalur diplomasi.
Para negosiator dari Qatar dilaporkan telah terbang menuju Teheran untuk mempermudah penyelesaian kesepakatan damai.
Sebelumnya, pihak Pakistan yang memimpin mediasi konflik Timur Tengah bersama Amerika Serikat sempat mengindikasikan perjanjian damai akan ditandatangani pada hari Minggu.
Namun, Iran menyuarakan keraguan atas ketetapan waktu tersebut.
Media lokal Iran mengabarkan bahwa keputusan final terkait kerangka perjanjian belum disepakati.
Presiden AS Donald Trump mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan di Timur Tengah sudah dijadwalkan dan akan ditandatangani pada hari itu.
>>> Intel Project Firefly: Merombak Laptop Murah dengan Desain Premium
Trump menyatakan penandatanganan kesepakatan ini dapat membuka jalan bagi normalisasi operasional di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang penting bagi perdagangan energi internasional.
Ia mengunggah di platform Truth Social bahwa kesepakatan itu dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah itu Selat Hormuz akan terbuka untuk semua.
Pernyataan Trump menarik perhatian global karena signifikansi Selat Hormuz terhadap sirkulasi minyak dan gas bumi. Normalisasi jalur ini dinilai mampu meredakan ketegangan politik dan menstabilkan suplai energi dunia.
Namun, klaim Amerika Serikat ini berseberangan dengan sikap Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya telah memberi sinyal bahwa penandatanganan berkas tidak akan terjadi pada hari Minggu.
Angkatan bersenjata Iran, IRGC, menyanggah klaim Trump mengenai peresmian perjanjian pada hari Minggu. IRGC mengkritik ambisi Trump yang dinilai terlalu memaksakan agenda tersebut.
IRGC melihat target waktu penandatanganan sebagai bentuk tekanan atau ujian bagi para utusan negosiasi Iran.
Menurut IRGC, pengumuman Trump tetap dikeluarkan meskipun delegasi Iran telah menyatakan bahwa nota kesepahaman belum rampung dan peresmian pada hari Minggu tidak mungkin terlaksana.
Melalui pernyataan di saluran Telegram, IRGC berpandangan bahwa keputusan Trump menetapkan jadwal penandatanganan sengaja disesuaikan dengan hari ulang tahunnya pada 14 Juni.
>>> Mitos Sumur Puter Kudus: Dipercaya Kembalikan Barang dan Orang Hilang
Beberapa pengamat percaya kegigihan Trump didorong oleh keinginan menggunakan kesempatan tersebut secara simbolis untuk acara publisitas pribadi.