Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memastikan akan tetap membayar upah turnamen secara penuh kepada wasit asal Somalia, Omar Artan.
Keputusan ini diambil setelah Artan dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat untuk bertugas di Piala Dunia pada Minggu (14/6/2026).
>>> Umat Islam Masuki Tahun Baru 1448 Hijriyah, Muharram Bulan Penuh Keutamaan
Dilansir dari BBC Sport, kebijakan tersebut merupakan langkah nyata agar pria berusia 34 tahun itu tidak mengalami kerugian finansial.
Langkah ini tergolong tidak biasa karena umumnya wasit baru menerima honorarium setelah seluruh rangkaian kompetisi berakhir.
Nasib malang menimpa Artan sesampainya di Bandara Internasional Miami, Florida.
Petugas imigrasi setempat menolak paspor diplomatik serta visa masuk tunggal miliknya setelah melalui proses pemeriksaan intensif selama 11 jam.
Ia kemudian dideportasi langsung ke Mogadishu melalui Istanbul.
Otoritas pemerintah Amerika Serikat mengeklaim penolakan tersebut didasari atas kecurigaan adanya relasi antara Artan dengan anggota jaringan organisasi teroris.
Selama interogasi, petugas mencecar Artan terkait dugaan hubungannya dengan kelompok militan Al Shabab.
Mendengar tuduhan tersebut, Wasit Terbaik Afrika tahun 2025 versi CAF ini menyangkal dengan keras. Ia menyatakan penyesalan mendalam atas kegagalan mewujudkan impian besarnya.
"Saya memiliki dokumen yang sah dan semuanya. Saya memiliki visa yang sah," jelas Artan.
>>> Alfamart Gelar Promo Belanja dan Tebus Murah Mulai 12 Juni 2026
Ia menegaskan bahwa kedatangannya ke turnamen tersebut murni demi menjalankan profesi sebagai pengadil lapangan.
"Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan mimpinya, mimpi terbesar dalam hidup saya, untuk datang ke Piala Dunia," kata Artan.
Karier Artan Berlanjut
Kendati harus mengubur mimpi di Amerika Utara, reputasi kepemimpinan Artan di level internasional tetap diakui secara luas.
Ia tercatat pernah memimpin laga final Liga Champions Afrika, Piala Afrika 2024 dan 2025, serta dipercaya memimpin pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-20 di Chili.
Eksistensi Artan di panggung dunia dipastikan berlanjut setelah ia mendapat undangan resmi untuk mengawal pertandingan UEFA Super Cup antara Paris Saint-Germain melawan Aston Villa di Salzburg, Austria, pada 12 Agustus mendatang.
Menanggapi situasi ini, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terus mendampinginya.
"Saya berterima kasih kepada rakyat dan negara saya," kata Artan.
Sebagai penutup, ia menyatakan fokusnya kini langsung beralih mempersiapkan diri demi mengamankan tempat pada turnamen akbar edisi berikutnya.
>>> Masalah Administrasi Hambat Perjalanan Timnas Uruguay ke AS
"Saya berjanji untuk terus bekerja keras agar dapat memimpin pertandingan di Piala Dunia 2030," pungkas Artan.