>>> Manulife: Valuasi Saham Indonesia Menarik, Asing Belum Agresif
Sejumlah demonstran berkumpul di sekitar stadion untuk menyuarakan tuntutan demokrasi di Iran serta melayangkan kritik terhadap pemerintah yang berkuasa.
Massa membawa spanduk berisi pesan politik dan tuntutan perubahan rezim, termasuk memajang foto-foto atlet yang disebut meninggal usai ditahan pemerintah Iran.
"Mereka menyandera rakyat mereka sendiri," ujar Mojgan Ramezani, warga Amerika keturunan Iran berusia 56 tahun yang ikut serta dalam aksi tersebut.
Demonstran lain, Hassan Haddadi, mengharapkan perhatian lebih masif dari komunitas internasional terkait kondisi di Iran.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran dunia Barat agar melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar mengecam, sehingga rezim ini bisa diakhiri," kata Hassan Haddadi.
Dukungan Suporter dari Meksiko ke Los Angeles
Sebelum bertolak ke Los Angeles, Timnas Iran memperoleh dukungan meriah dari para suporter di Tijuana, Meksiko.
Ratusan penggemar memadati area hotel untuk menyanyikan yel-yel dukungan saat bus tim bergerak menuju bandara.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj turut menyaksikan pelepasan tim yang diikuti oleh para pendukung hingga keluar kawasan.
Meksiko memiliki basis pendukung kecil untuk Iran, namun Los Angeles merupakan rumah bagi komunitas diaspora Iran terbesar di luar negeri.
Kota Los Angeles dihuni puluhan ribu warga keturunan Iran hingga kerap mendapatkan julukan "Tehrangeles".
Melalui keberadaan komunitas besar ini, Iran diprediksi akan mendapatkan dukungan penuh di stadion saat menghadapi Selandia Baru.
Piala Dunia 2026 mengukir sejarah baru sejak bergulir pada 1930, sebagai edisi pertama di mana negara tuan rumah menerima kedatangan tim dari negara yang sedang terlibat konflik bersenjata dengannya.
>>> Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Mahasiswa di Samarinda
Di tengah pusaran isu politik dan keamanan, para pemain Timnas Iran kini fokus mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal di lapangan hijau.